Bedah
" Cendol -Dawet " (Jabung ),
Perlukah?
==========
Ya, bedah penyusunan tes online bersama Mbah Rizal (2 kali)
Belum menghasilkan produk hingga kini.
Mungkin, bedah
Cendol Dawet Jabung yang legendaris dan populer cita-rasanya itu perlu kita agendakan.
Jika, Bedah agenda (Cendol Dawet) ini bisa di -follow up menjadi ekskul, maka sebuah keniscayaan bisa menjadi branding sekolah kita :
Mengalihkan packing minuman plastik yang beredar di pasaran menuju soft drink (Dawet Jabung) dengan menghalau anak-anak untuk meminum Cendol Dawet dengan gelas yang mereka bawa dari rumah.
Ya, ini Bedah agenda sederhana. Mungkin, kita perlu sedikit modifikasi dari resep Cendol Dawet dengan konten rasa dari Empon -empon atau Toga kita. Atau, sebut saja "Cendol Dawet Toga ".
Why not?
Allahu A'lam
Warisan terbesar Guru adalah Buku, Fiksi, Non Fiksi, Atau satu huruf Alif sekalipun! Agar mengundang banyak tanya bagi anak-didik kita? Maka, Menulislah seperti orang jatuh cinta (Kata Kang Mashuri, Penyair Muda Jawa Timur an) Tanpa Cinta dengan profesi kita. Kita memang tak membuahkan apa-apa. Hanya getah dan busa tak bermakna Yang kita wariskan. Dan, itu racun bagi anak didik kita! Mengapa kita tak meracik anti virus (Buku) yang menyehatkan Dan membahagiakan anak-didik kita?
Kamis, 13 Februari 2020
The King can do : No Wrong
The King can do :
NO WRONG ...!
======
Konon, DELLON ingin bersyair
dengan "memodifikasi " teks lagu Indonesia Raya
(terinspirasi syair "Indonesia Tanah Air Beta " karya Guz Muz, yang popular itu?)
Namun, Kang Hero melarangnya :
Beat-Ngah...!
Dholah.. (Lah...!)
==Dan, sirnalah syair itu.
Yang sesungguhnya
==dengan syair itu ==
DELLON bermaksud membangun nasionalisme :
Membaranya soliditas warga SEMPEGA Rojo
(yang tentunya, mengokohkan NKRI, bukan?).
Logikanya, sederhana saja :
Ku anfusakum
Wa ahlikum nar ....
==dimulai Kebersamaan itu
Dari Goa Pulo Kelandri menuju NKRI.
Ya, adagium bahwa
The king can do no wrong
(mungkin) tak selamanya benar.
"DELLON bukanlah Nabi...
Juga, bukan sahabat Nabi...
Jadi, DELLON sangatlah berpotensi
Nggabrul wal ngawur
Bin tamak nyozor thiwul...! "
(Begitulah, pikir Kang Hero?)
Ya, seperti hari ini
DELLON bermimpi :
Pertama :
Hadirnya GOR di sepanjang depan musholla.
(Termasuk, merobohkan musholla yang ada, hingga ruang GOR bebas hambatan).
Kedua,
merenovasi Aula menjadi masjid jumbo (tinggi, besar, dan lebar) ==dan, ini perlu Merobohkan RPL (ruang WKS 1 dan 2).
Ketiga,
Mendesign lantai 2
(Ruang Galeri Seni)
sepanjang Ruang TU, KS, dan Perpustakaan.
Ke empat,
Merancang lantai 2 (Aula Jumbo)
Sepanjang warisan gedung SMK.
Ke Lima,
Mendesign lantai 2
(parkir kendaraan siswa dan seluruh personalia) sepanjang RKB yang ada
(hingga halaman depan "moblonk" untuk menyemarakkan ekskul kita).
Berikutnya, mungkin Kang Hero menganthongi ==site plan ==
Yang lebih " aduhai "
Dengan design maket yang "Wah".
"Haaa....! "
(Mbah Broto tampak tertawa ngakak di kejauhan).
Dan, di Wonosobo sudah saya diskusikan dengan beliau kemarin :
"Bermimpilah melebihi tingginya langit Arsy.
Kalau, toh jatuh ...
engkau masih berada di antara galaksi bintang -bintang atau bersama bulan purnama...!
Namun, mimpi Anda
haruslah membumi.
Sak gayukke duwite Mbahmu...! "
(Ach...! Si Mbah?)
"Anda boleh saja bermimpi
Menggandeng empat kekasih
Dan memberinya empat bungalow
Serta empat Mobil pribadi yang lux N Limited Edition.
Namun, Anda harus menganthongi harta karun (warisan orang tua dan mertua) yang lebih dari mata uang Dollars. "
(Oh, Si Mbah?)
DELLON pun terbangun dari mimpi panjang siang itu.
Kang Pandu, Sekjen Camat itu memberinya souvenir :
"Ini produk unggulan Wonosobo. Gula merah dan Tempe.
Door -prize atas mimpi Anda yang fantastic itu "
Dan, mimpi panjang itu hilang seketika.
Bersama bayang-bayang senyum Mbah Broto di sepanjang jalan Wonosobo -Cangkring yang teramat nyaman itu.
(Mbah Broto terus tertawa, menertawakan DELLON).
Allahu A'lam
NO WRONG ...!
======
Konon, DELLON ingin bersyair
dengan "memodifikasi " teks lagu Indonesia Raya
(terinspirasi syair "Indonesia Tanah Air Beta " karya Guz Muz, yang popular itu?)
Namun, Kang Hero melarangnya :
Beat-Ngah...!
Dholah.. (Lah...!)
==Dan, sirnalah syair itu.
Yang sesungguhnya
==dengan syair itu ==
DELLON bermaksud membangun nasionalisme :
Membaranya soliditas warga SEMPEGA Rojo
(yang tentunya, mengokohkan NKRI, bukan?).
Logikanya, sederhana saja :
Ku anfusakum
Wa ahlikum nar ....
==dimulai Kebersamaan itu
Dari Goa Pulo Kelandri menuju NKRI.
Ya, adagium bahwa
The king can do no wrong
(mungkin) tak selamanya benar.
"DELLON bukanlah Nabi...
Juga, bukan sahabat Nabi...
Jadi, DELLON sangatlah berpotensi
Nggabrul wal ngawur
Bin tamak nyozor thiwul...! "
(Begitulah, pikir Kang Hero?)
Ya, seperti hari ini
DELLON bermimpi :
Pertama :
Hadirnya GOR di sepanjang depan musholla.
(Termasuk, merobohkan musholla yang ada, hingga ruang GOR bebas hambatan).
Kedua,
merenovasi Aula menjadi masjid jumbo (tinggi, besar, dan lebar) ==dan, ini perlu Merobohkan RPL (ruang WKS 1 dan 2).
Ketiga,
Mendesign lantai 2
(Ruang Galeri Seni)
sepanjang Ruang TU, KS, dan Perpustakaan.
Ke empat,
Merancang lantai 2 (Aula Jumbo)
Sepanjang warisan gedung SMK.
Ke Lima,
Mendesign lantai 2
(parkir kendaraan siswa dan seluruh personalia) sepanjang RKB yang ada
(hingga halaman depan "moblonk" untuk menyemarakkan ekskul kita).
Berikutnya, mungkin Kang Hero menganthongi ==site plan ==
Yang lebih " aduhai "
Dengan design maket yang "Wah".
"Haaa....! "
(Mbah Broto tampak tertawa ngakak di kejauhan).
Dan, di Wonosobo sudah saya diskusikan dengan beliau kemarin :
"Bermimpilah melebihi tingginya langit Arsy.
Kalau, toh jatuh ...
engkau masih berada di antara galaksi bintang -bintang atau bersama bulan purnama...!
Namun, mimpi Anda
haruslah membumi.
Sak gayukke duwite Mbahmu...! "
(Ach...! Si Mbah?)
"Anda boleh saja bermimpi
Menggandeng empat kekasih
Dan memberinya empat bungalow
Serta empat Mobil pribadi yang lux N Limited Edition.
Namun, Anda harus menganthongi harta karun (warisan orang tua dan mertua) yang lebih dari mata uang Dollars. "
(Oh, Si Mbah?)
DELLON pun terbangun dari mimpi panjang siang itu.
Kang Pandu, Sekjen Camat itu memberinya souvenir :
"Ini produk unggulan Wonosobo. Gula merah dan Tempe.
Door -prize atas mimpi Anda yang fantastic itu "
Dan, mimpi panjang itu hilang seketika.
Bersama bayang-bayang senyum Mbah Broto di sepanjang jalan Wonosobo -Cangkring yang teramat nyaman itu.
(Mbah Broto terus tertawa, menertawakan DELLON).
Allahu A'lam
Jumat, 06 September 2019
HP Android is useful in learning.
HP Android, what for?
Nowdays most (all students) have the hand phone. So, the teachers should inject it with many things (material, test, application, etc) in learning.
If not, the students will enjoy game online, or "kataba - yaktubu -you tube -an " that is not relevant to learning.
By hand phone, the teachers can discuss in learning (task, home work, test, etc) with their students (by WA group of students, email, video, and others ). It can reduce the negative effects of Handphone usage among students.
Furthermore, the students will understand (step by step) that Handphone is useful in learning.
Finally, it's important for the teachers to redesign the lesson plan in using Handphone for learning.
Why not?
We can't escape the advance of technology (HP). So, we must support our students by using HP in learning.
Nowdays most (all students) have the hand phone. So, the teachers should inject it with many things (material, test, application, etc) in learning.
If not, the students will enjoy game online, or "kataba - yaktubu -you tube -an " that is not relevant to learning.
By hand phone, the teachers can discuss in learning (task, home work, test, etc) with their students (by WA group of students, email, video, and others ). It can reduce the negative effects of Handphone usage among students.
Furthermore, the students will understand (step by step) that Handphone is useful in learning.
Finally, it's important for the teachers to redesign the lesson plan in using Handphone for learning.
Why not?
We can't escape the advance of technology (HP). So, we must support our students by using HP in learning.
Selasa, 03 September 2019
Apa Maumu...?
Sudah Ku-katakan :
Tak pernah berhenti
Detik keduniawianmu
Hingga Kuhentikan gerakan gerahammu
Untuk tertawa
Bersama para katak yang cerewet
Yang buta dan tuli
Yang membisukan wahyu-Ku
Bukankah sudah tanggal tiga taringmu?
Hingga dirimu harus memilih menu
Memilah air murni di tengah busa semu
Yang meracuni hatimu
Memporak-porandakan akal sehatmu :
Kau buang ruang dan waktu
Meneguk Juz buah Kuldi
Hingga lupa diri
Dan Mencampakkan kehadiran-Ku
Aku selalu mengejarmu
Namun, dirimu kian menjauh
Aku diam menunggu kedatanganmu
Engkau tak bersua juga ke rumah-Ku
Apa maumu...!
Wahai, Dellon....!
Delete== hawa diri dan libidomu yang binal itu
Dan, == on going ke musholla tua itu
Di lima waktu
Sebelum terpaku batu nisan tubuhmu
Setriyan, September 2019
Tak pernah berhenti
Detik keduniawianmu
Hingga Kuhentikan gerakan gerahammu
Untuk tertawa
Bersama para katak yang cerewet
Yang buta dan tuli
Yang membisukan wahyu-Ku
Bukankah sudah tanggal tiga taringmu?
Hingga dirimu harus memilih menu
Memilah air murni di tengah busa semu
Yang meracuni hatimu
Memporak-porandakan akal sehatmu :
Kau buang ruang dan waktu
Meneguk Juz buah Kuldi
Hingga lupa diri
Dan Mencampakkan kehadiran-Ku
Aku selalu mengejarmu
Namun, dirimu kian menjauh
Aku diam menunggu kedatanganmu
Engkau tak bersua juga ke rumah-Ku
Apa maumu...!
Wahai, Dellon....!
Delete== hawa diri dan libidomu yang binal itu
Dan, == on going ke musholla tua itu
Di lima waktu
Sebelum terpaku batu nisan tubuhmu
Setriyan, September 2019
Astaghfirulloh....
Tuhan....
Lelah sudah....
Berburu ==apa dan siapa ==
bersama terik mentari
Gelora semu
Yang sesakkan dada
Dan, khilaf memanusiakan bibirku :
Tuk belajar santun
Sebagaimana para nabi-Mu...
Para kekasih-Mu...
Para sholihin...
Yang ada hanyalah hati yang beku
Di tengah banjirnya nikmat-Mu.... :
The long hair...
Anak-anak yang imut...
Kekasih yang setia...
Kuda tunggangan...
Peternakan unggas...
Kambing berkepala hitam...
Sapi yang Gembrot....
Pesawahan...
Hutan...
Laut...
Mega...
Dan samudera ...
Juga, ...
Namun, tak mudah tuk mensyukuri
Cinta dan kasih sayang-Mu :
Menyimak Adzan-Mu...
Panggilan-Mu dari Masjidil Haram...
Dan, bisyik Malaikatul maut-Mu
Astaghfirulloh....
Lelah sudah....
Berburu ==apa dan siapa ==
bersama terik mentari
Gelora semu
Yang sesakkan dada
Dan, khilaf memanusiakan bibirku :
Tuk belajar santun
Sebagaimana para nabi-Mu...
Para kekasih-Mu...
Para sholihin...
Yang ada hanyalah hati yang beku
Di tengah banjirnya nikmat-Mu.... :
The long hair...
Anak-anak yang imut...
Kekasih yang setia...
Kuda tunggangan...
Peternakan unggas...
Kambing berkepala hitam...
Sapi yang Gembrot....
Pesawahan...
Hutan...
Laut...
Mega...
Dan samudera ...
Juga, ...
Namun, tak mudah tuk mensyukuri
Cinta dan kasih sayang-Mu :
Menyimak Adzan-Mu...
Panggilan-Mu dari Masjidil Haram...
Dan, bisyik Malaikatul maut-Mu
Astaghfirulloh....
Kepala Sekolah Sebagai Agent of Social Change
Esensi kepemimpinan transformasional adalah sharing of power dengan
melibatkan bawahan secara bersama-sama untuk melakukan perubahan. Dalam
merumuskan perubahan biasanya digunakan pendekatan transformasional yang
manusiawi, dimana lingkungan kerja yang partisipatif dengan model
manajemen yang kolegial penuh keterbukaan dan kebersamaan dalam
mengambil keputusan. Dengan demikian kepemimpinan transformasional
adalah kepemimpinan yang mampu menciptakan perubahan yang mendasar
dan dilandasi oleh nilai-nilai agama, sistem dan budaya untuk menciptakan
inovasi dan kreativitas pengikutnya dalam rangka mencapai visi yang telah
ditetapkan.
Dalam menyikapi perubahan diperlukan agen perubahan (agent of
change), yaitu individu atau kelompok yang terlibat dalam merencanakan
perubahan dan mengimplementasikannya. Agen perubahan terdiri atas
pimpinan organisasi (sebuah keharusan) dan pegawai-pegawai yang “dipilih”
berdasarkan kriteria tertentu. Adapun peran agen perubahan adalah sebagai
berikut :
a. Katalis adalah peran kepala sekolah sebagai pemimpin untuk meyakinkan
pendidik dan tenaga kependidikan di masing-masing sekolah yang
dipimpinnya bahwa perubahan yang dilakukan akan membuat sekolah
menjadi lebih baik.
b. Pemberi Solusi adalah peran kepala sekolah sebagai pemimpin dapat
memberi jalan keluar untuk pemecahan masalah yang dialami warga
sekolah dalam melakukan perubahan.
c. Mediator adalah peran kepala sekolah sebagai pemimpin untuk membantu
melancarkan proses perubahan.
d. Penghubung Sumber Daya adalah peran kepala sekolah sebagai
pemimpin untuk menghubungkan pegawai yang ada di dalam satu sekolah.
melibatkan bawahan secara bersama-sama untuk melakukan perubahan. Dalam
merumuskan perubahan biasanya digunakan pendekatan transformasional yang
manusiawi, dimana lingkungan kerja yang partisipatif dengan model
manajemen yang kolegial penuh keterbukaan dan kebersamaan dalam
mengambil keputusan. Dengan demikian kepemimpinan transformasional
adalah kepemimpinan yang mampu menciptakan perubahan yang mendasar
dan dilandasi oleh nilai-nilai agama, sistem dan budaya untuk menciptakan
inovasi dan kreativitas pengikutnya dalam rangka mencapai visi yang telah
ditetapkan.
Dalam menyikapi perubahan diperlukan agen perubahan (agent of
change), yaitu individu atau kelompok yang terlibat dalam merencanakan
perubahan dan mengimplementasikannya. Agen perubahan terdiri atas
pimpinan organisasi (sebuah keharusan) dan pegawai-pegawai yang “dipilih”
berdasarkan kriteria tertentu. Adapun peran agen perubahan adalah sebagai
berikut :
a. Katalis adalah peran kepala sekolah sebagai pemimpin untuk meyakinkan
pendidik dan tenaga kependidikan di masing-masing sekolah yang
dipimpinnya bahwa perubahan yang dilakukan akan membuat sekolah
menjadi lebih baik.
b. Pemberi Solusi adalah peran kepala sekolah sebagai pemimpin dapat
memberi jalan keluar untuk pemecahan masalah yang dialami warga
sekolah dalam melakukan perubahan.
c. Mediator adalah peran kepala sekolah sebagai pemimpin untuk membantu
melancarkan proses perubahan.
d. Penghubung Sumber Daya adalah peran kepala sekolah sebagai
pemimpin untuk menghubungkan pegawai yang ada di dalam satu sekolah.
Senin, 02 September 2019
Guru profesional
| |
Guru Profesional
Sinyalemen yang muncul bahwa guru adalah pejabat yang berpangkat jendral namun gaji kopral kian terkikis. Meningkatnya kesejahteraan guru bukanlah isapan jempol sejak berlakunya UU No. 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. Sebagian guru telah lolos sertifikasi dan menikmati suplemen (tunjangan profesi guru). Sebaliknya, sebagian guru yang lain masih antri uji sertifikasi guru dan harus menghisap jempol sementara sembari menunggu antrian tersebut. Meningkatnya kesejahteraan guru tersebut diharapkan guru lebih fokus (ayem?) untuk menekuni tugas dan tanggungjawabnya secara konsisten dan konskwen. Guru diharamkan lebih menggeluti dan mengutamakan proyek lain yang mengakibatkan tugas dan kwajibanya terbengkelai.
Idealnya guru berkonsentrasi dengan penuh tanggungjawab untuk merencanakan, menyajikan, mengevaluasi dan bahkan mengadakan remidi pembelajaran secara profesional. Namun, fenomena yang muncul di lapangan masih bertolak belakang, yaitu: (1) masih ada guru yang mengajar ala kadarnya (semaunya); (2)sebagian guru tak memiliki persiapan (perencanaan pembelajaran) yang matang; (3)pendekatan, metode dan teknik serta media yang digunakan guru dalam penyajian pembelajarannya masih monoton (tidak inovatif dan variatif); (4)pelaksanaan dan analisis evaluasi hasil pembelajaran tidak valid; (5)guru enggan mengadakan remidi pembelajaran dan main sulap terhadap hasil pembelajaran.
Iklim pembelajaran dan gaya mengajar guru seperti tersebut di atas sudah barang tentu tak bisa menghasilkan karya pengembangan profesi guru yang bermutu. Padahal, guru seharusnya bersikap profesional di bidangnya sehingga akan (mudah saja) naik pangkat dan dapat menikmati gaji jendral melalui penciptaan karya-karya pengembangan profesi guru yang berkwalitas. Potret buram pembelajaran yang dilakukan guru merupakan akar penyebab utama guru tak mampu (tak mau?) memenuhi tuntutan bagi pengembangan profesi guru, seperti: (1) penulisan Karya Tulis Ilmiah (KTI); (2)penemuan teknologi tepat guna; (3)pembuatan alat peraga /bimbingan; dan (4)penciptaan karya seni dan pengembangan kurikulum.
Fakta yang ada menunjukkan budaya plagiator, menjahitkan dan mengcopy –paste karya milik orang lain masih saja terjadi. Apalagi, ada sebagian guru yang lolos mendapatkan poin 12 untuk penilaian unsur pengembangan profesinya dengan cara yang haram seperti itu. Sebaliknya, ada sebagian guru yang tak lolos walaupun hasil karya sendiri karena tak memenuhi kriteria KTI yang ideal. Iklim pembelajaran yang tak kondusif dan pelanggaran etika akademis di kalangan guru akan menyebabkan stagnasi bagi pengembangan profesi guru, merosotnya kualitas pembelajaran dan mutu pendidikan, dan terhambatnya kenaikan pangkat atau pengembangan karir guru.
Masih adanya sebagian guru yang lebih suka menghalalkan segala cara untuk kenaikan pangkatnya tanpa memperhatikan nilai-nilai akademis dan sikap profesionalisme seorang guru mencerminkan masih buruknya profil guru yang seharusnya bisa digugu (karena nilai-nilai moralitas yang dijunjungnya) dan ditiru (karena nilai-nilai profesionalisme yang dimiliknya). Berbagai alasan klasik yang muncul di kalangan guru terhadap lemahnya pengembangan profesi guru, antara lain: (1) Merasa tidak mampu memenuhi tuntutan kegiatan pengembangan profesi guru; (2)Merasa malas atau tidak mau membuatnya; (3)Merasa tidak punya waktu, tenaga dan pikiran yang cukup; (4)Tidak punya literatur penunjang yang cukup untuk pengembangan profesi guru.
Apapun alasan klasik yang dikemukan guru tersebut di atas, menurut hemat Penulis perlu dicarikan solusi dengan segera, yaitu: (1)Guru seyogyanya melakukan introspeksi (auto terapi) terhadap proses pembelajaran yang telah dilakukan selama ini. Selanjutnya, guru meneguhkan niat dan bertekad untuk memperbaiki pembelajaran dengan menggunakan pendekatan, metode, teknik, media dan bahan pembelajaran yang inovatif dan variatif. Pengetahuan dan wawasan mengenai hal ini bisa diperoleh dengan rajin membaca tulisan-tulisan baik di media cetak maupun elektronik. Dengan rajin mengeksplorasi tulisan-tulisan tersebut akan menstimulasi minat guru untuk menghasilkan karya pengembangan profesi guru; (2)Pendidikan dan pelatihan, workshop, seminar dan lomba-lomba kegiatan pengembangan profesi guru hendaknya lebih sering dilakukan (baik di tingkat kabupaten, propinsi maupun nasional) dengan bantuan berbagai sponsor sehingga penghargaan bagi para juara akan lebih menarik yang pada akhirnya dapat memotivasi guru untuk berlatih mengembangkan profesionalisme guru; (3)Diadakannya alokasi dana khusus yang cukup oleh pihak yang berwenang bagi guru demi pengembangan profesionalisme guru di level sekolah yang bersangkutan; (4)obyektifitas penilaian terhadap karya pengembangan profesi guru benar-benar diwujudkan.
Adapun guru yang sudah berpengalaman membuat karya pengembangan profesi guru, hendaknya: (1)lebih meningkatkan kualitas karyanya; (2)mensosialisasikan karyanya di media cetak maupun elektronik; (3)menindaklanjuti hasil karyanya secara terus menerus melalui perbaikan dan peningkatan kualitas proses dan hasil pembelajaran melalui kegiatan pengembangan profesi guru; (4)menghidupkan forum ilmiah guru demi peningkatan profesionalisme di kalangan rekan-rekan guru.
BIODATA PENULIS
| |
Nama
|
DRS. TEGUH BASUKI
|
| |
NIP
|
19680517 199412 1 003
|
| |
Jabatan
|
Guru SMPN 1 Sudimoro Pacitan
|
| |
Pangkat/Gol. Ruang
|
Pembina, IV/a
|
| |
Tempat dan Tanggal Lahir
|
Trenggalek, 17 Mei 1968
|
| |
Jenis kelamin
|
Laki - Laki
|
| |
Agama
|
Islam
|
| |
Tugas Mengajar
|
Mata Pelajaran Bahasa Inggris
|
| |
Masa Kerja Guru
|
15 Tahun 07 bulan
|
| |
Judul Pini Dianta
|
Guru Profesional (mudah saja) Naik Pangkat
|
| |
Pendidikan terakhir
|
S-1 Big IAIN S-A Malang 1992
|
| |
Fakultas / Jurusan
|
Tarbiyah / Tadris Bahasa Inggris
|
| |
Status Perkawinan
|
Kawin
|
| |
Nama dan Alamat Sekolah
|
SMP Negeri 1 Sudimoro
Jl. Raya Sudimoro No.05 Kec. Sudimoro
Kab. Pacitan, Prop. Jawa Timur
Telp. (0357)421020
|
| |
Alamat Rumah
|
Desa Bogoran Rt. 03 / Rw. 02 Kec. Kampak 66373
Kab. Trenggalek, Prop. Jawa Timur
HP. 0852 353 8383 7
|
| |
Kegiatan dalam Masyarakat
|
a. Tutor “Nabila English Course”
b. Ta’mir Masjid Desa Bogoran
|
Penghargaan yang pernah diterima dan Lomba Keberhasilan Guru (LKG)
Yang pernah diikuti
|
a. Finalis LKG 1995 (LIPI Jakarta)
b. Nominator Sayembara Penulisan Naskah Fiksi1996 (Depdikbud Jakarta)
c. Finalis LKG 1998 (LIPI Jakarta)
d. Finalis LKG 2003 (Depdiknas Jakarta)
e. Juara I Seleksi Guru Teladan 2003
(Kab. Pacitan)
f. Juara III Lomba Karya Tulis Ilmiah 2007 (Forum Ilmiah Guru Pacitan)
| |
| |
Kegiatan Diklat Penelitian
|
a. Diklat penyusunan bahan ajar berwawasan kesetaraan gender di Batu Malang tahun 2005
b. Diklat Action research di Pacitan tahun 2007
c. Diklat KTI Online di Tretes Malang 2009
|
| |
Kegiatan penelitian
|
a. Penelitian Perpustakaan Sekolah Tahun 2005.
b. Classroom Action Research tahun 2006-2009 (Mandiri)
c. Classroom Action Research via Bimbingan Online 2010
|
Langganan:
Postingan (Atom)