Kamis, 26 Maret 2020

Mbakyu Corona Versus Kang Qoruna

Mbakyu Corona Versus Kang Qorun-na
(Mengapa...?, pikir Delon di tengah kedunguan. Namun, Gus Ali tetap tersenyum)
=======
Hadirnya (mbakyu) Corona dimaknai sahabat Dellon, Kang Wa-One, ==pakar Office 365 itu==dengan muatan makna ==stand by at home. Atau, maksud beliau, mungkin ==long distance== (dari telaah Surat Al-Ahzab ayat 33, versi tafsir "Jalan Lain" Kang Wa-One, , tentunya) :

وَقَرْنَ فِي بُيُوتِكُنَّ وَلَا تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الْجَاهِلِيَّةِ الْأُولَىٰ ۖ وَأَقِمْنَ الصَّلَاةَ وَآتِينَ الزَّكَاةَ وَأَطِعْنَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ ۚ إِنَّمَا يُرِيدُ اللَّهُ لِيُذْهِبَ عَنْكُمُ

الرِّجْسَ أَهْلَ الْبَيْتِ وَيُطَهِّرَكُمْ تَطْهِيرًا

==dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah yang dahulu dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan taatilah Allah dan Rasul-Nya. Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, hai ahlul bait dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya. ==

Di Tafsir Jalalayn, ayat ini dimaknai :

(Dan hendaklah kalian tetap) dapat dibaca Qirna dan Qarna (di rumah kalian) lafal Qarna pada asalnya adalah Aqrarna atau Aqrirna, yang diambil dari kata Qararta atau Qarirta. Kemudian harakat Ra dipindahkan kepada Qaf, selanjutnya huruf Ra dan hamzah Washalnya dibuang sehingga jadilah, Qarna atau Qirna (dan janganlah kalian berhias) asalnya berbunyi Tatabarrajna kemudian salah satu huruf Ta dibuang sehingga jadilah Tabarrajna (sebagaimana orang-orang jahiliah yang dahulu) sebagaimana berhiasnya orang-orang sebelum Islam, yaitu kaum wanita selalu menampakkan kecantikan mereka kepada kaum lelaki. Adapun yang diperbolehkan oleh Islam adalah sebagaimana yang disebutkan di dalam firman-Nya, ".. dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang biasa tampak daripadanya." (Q.S. An-Nur, 31). (dan dirikanlah salat, tunaikanlah zakat dan taatilah Allah dan Rasul-Nya. Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kalian) yakni dosa-dosa, hai (ahlul bait) yakni istri-istri Nabi saw. (dan membersihkan kalian) daripada dosa-dosa itu (sebersih-bersihnya.).

Quraish Shihab menafsirkan ayat ini :

Tetaplah berada di rumah. Jangan meninggalkan tempat tinggal kecuali jika ada kepentingan yang dibenarkan oleh Allah yang mengharuskan kalian keluar rumah. Jangan memperlihatkan keindahan dan perhiasan kalian kepada kaum lelaki jika kalian berada di luar, seperti yang pernah dilakukan oleh orang-orang Jahiliah dahulu. Laksanakan salat dengan sempurna, tunaikan zakat, laksanakan segala perintah Allah dan Rasul serta tinggalkan segala yang dilarang. Dengan perintah dan larangan itu Allah bermaksud memberikan kehormatan dan kemuliaan kepada kalian.
Apa yang dipahami Delon atas hadirnya Mbakyu Corona adalah warning-Nya bagi para folower Kang Qorun bahwa ==budoyo==kecintaan atas wadag (keduniawian) dan rasa takut dan sedih (atas kematian) yang berlebihan telah memporak-porandakan harmoni kehidupan (hingga terjadi degradasi==roso tresno==atas Tuhan, alam, dan sesama).

Tak bisa dipungkiri para follower Kang Qorun lebih memilih MOU yang transaksional (yang materialistis dan kapitalis) untuk menggemukkan mesin ATM semata (libido dan egoisme) tanpa memiliki kesadaran untuk merawat cinta (dengan akal sehat dan pengabdian yang sepenuh hati) terhadap Tuhan, alam, dan sesama.

Mbakyu Corona adalah test-case-Nya bagi kita semua :
Mem-follow Kang Qorun atau Nabi-Nya?

Ya, kita semua sudah banyak belajar (dan menghafal) sejarah Qarun (Namun, sedikit saja kita belajar dan mengenal Nabi-Nya).

Maka, kita semua pun lebih memilih Kang Qorun...!

Qarun adalah umat Nabi Musa as, sekaligus putra dari paman Beliau (sepupu), dia juga adalah keturunan Nabi Ibrahim as dengan nama lengkap Qarun bin Yash’har bin Qahist bin Ya’qub bin Ishak bin Ibrahim.

Qarun dianugerahi oleh Allah SWT dengan banyak kelebihan dibandingkan dengan orang-orang di masanya. Dan di antara kelebihan Qarun adalah kecerdasan dan telah hafal Kitab Taurat di luar kepala. Tak hanya cerdas, tetapi Qarun juga sangat pandai mengais rizki.
Qarun memiliki harta yang sangat berlimpah yang disimpan dalam gudang-gudang. Saking banyaknya harta, beberapa ulama’ berpendapat bahwa butuh 60 keledai untuk bisa mengangkut semua kunci dari setiap gudang penyimpanan hartanya, padahal setiap kunci tidak lebih besar dari satu jari manusia.

Namun, kecerdasan dan banyaknya harta kekayaan yang dimiliki Qarun tidak membuatnya turut membantu perjuangan Nabi Musa as. Justru sebaliknya, Qarun malah merasa bakhil, dengki, dan durhaka kepada Nabi Musa, tak segan-segan Qarun pun sering menghasut Nabi Musa as, bahkan dia turut membantu Raja Fir’aun untuk mengalahkan Nabi Musa as.

Nah, ketika Allah SWT memberikan perintah kepada Nabi Musa as untuk mengeluarkan zakat atas harta penduduk Bani Israil, yaitu seperempat dari harta mereka, lagi-lagi Qarun berusaha keras untuk menghasut Nabi Musa dengan mengatakan kepada penduduk Bani Israil “Sesungguhnya Musa hanya ingin mengambil harta kalian”.

Tentu saja sebagian dari mereka pun ada yang ikut terpengaruh dengan hasutan itu, dan sebagian lain pun masih teguh mengikuti ajaran Nabi Musa. Tak henti-hentinya Qarun pun terus menerun mesnghasut dan menyebarkan fitnah kepada Nabi Musa as.

Pada suatu ketika, Qarun berencana untuk menebarkan fitnah besar yang bisa meruntuhkan Nabi Musa as. Qarun pun menyuruh kepada pengikutnya “Datangkanlah kepadaku seorang wanita pelacur, sehingga dia bisa melemparkan tuduhan kepada Musa atas dirinya”.

Beberapa saat kemudian, didatangkanlah seorang wanita pelacur kepada Qarun. Kemudian, Qarun memberikan uang 1000 dinar kepadanya sambil berkata “Katakan di hadapan semua orang bahwa Musa telah menyetubuhiku, sedangkan saat ini aku sedang hamil”. Wanita pelacur itu pun hanyut oleh iming-iming Qarun dan bersedia melaksankan apa yang dia minta.

Di hari id penduduk Bani Israil (hari perayaan besar Bani Israil), Qarun mengumpulkan penduduk Bani Israil dan juga Nabi Musa beserta kaum Beliau dalam suatu tempat. Dan di hadapan semua orang Qarun bertanya kepada Nabi Musa as, “Wahai Musa, berikanlah kami nasehat atas penebusan bagi orang yang melakukan kejahatan”.

Nabi Musa as pun menjawab dengan suara yang tidak begitu keras “Barang siapa mencuri, maka kami akan memotong tangannya. Barang siapa menuduh, maka kami akan menjilidnya (memukulinya). Barang siapa berzina muhshan, maka kami akan merajamnya”
Qarun pun menyela pembicaraan Nabi Musa as, “Meskipun jika orang itu adalah kamu, wahai Musa ?”. Dan Nabi Musa as pun menjawab dengan tegas, “Ya, meskipun jika itu aku”.
Qarun pun menyela pembicaraan Nabi Musa as kembali, “Wahai Musa, sesungguhnya Bani Israil menganggap bahwa kamu telah berzina dengan wanita pelacur”. Kemudian, Nabi Musa pun menjawab, “Panggilkan dia ke hadapanku”.

Tak lama kemudian, wanita penzina pun didatangkan ke hadapan Nabi Musa as, sedangkan Beliau menyumpah wanita itu, “Demi Dzat yang telah menciptakanmu, menciptakan lautan, dan menurunkan Kitab Taurat, katakan dengan sebenarnya !!!”.
Pada saat itu, Allah menurunkan hidayah kepada wanita pelacur itu, sehingga ketakutannya kepada Allah dan rosul-Nya membuatnya berkata jujur, “Sesungguhnya Qarun telah memberiku uang 1000 dinar agar aku melemparkan tuduhan atas diriku kepadamu. Dan aku begitu takut kepada Allah jika aku menuduh rosul-Nya”.

Nabi Musa as pun tersingku dan bersujud sambil menangis memohon pertolongan kepada Allah SWT, “Wahai Tuhanku, jika aku adalah nabimu yang hak, maka berilah pertolongan kepadaku”.
Kemudian Allah memberikan wahyu kepada Nabi Musa as, “Sesungguhnya Aku telah menjadikan bumi tunduk atas perintahmu, maka perintahlah dia sesukamu”.

Nabi Musa as pun bangkit dan berkata tegas, “Barang siapa yang bersama Qarun, maka tetaplah bersamanya. Dan barang siapa bersamaku, maka menyingkirlah darinya”. Mendengar perkataan Nabi Musa as, orang-orang Bani Israil pun menyingkir dari sisi Qarun kecuali dua orang.

Kemudian, Nabi Musa as pun berkata tegas, “Wahai bumi, telanlah mereka (Qarun dan dua pengikutnya) !”. Atas perintah Nabi Musa as, bumi pun menelan ketiganya sampai lutut mereka.

Nabi Musa as berkata untuk kedua kalinya, “Wahai bumi, telanlah mereka !”. Atas perintah Nabi Musa as, bumi pun menelan ketiganya sampai pusar mereka, sedangkan Qarun dan dua pengikutnya meminta belas kasihan Nabi Musa as.

Nabi Musa as berkata untuk ketiga kalinya, “Wahai bumi, telanlah mereka”. Atas perintah Nabi Musa as, bumi pun menelan ketiganya sampai leher mereka, sedangkan Qarun dan dua pengikutnya meminta belas kasihan Nabi Musa as.

Namun, dikarenakan kedengkian dalam Qarun dan dua pengikutnya, kemarahan Nabi Musa as membuat Beliau tidak mempedulikannya. Nabi Musa as berkata untuk keempat kalinya, “Wahai bumi, telanlah mereka !”. Atas perintah Nabi Musa as, perlahan bumi pun menelan seluruh badan ketiganya, sedangkan ketiganya meminta belas kasihan Nabi Musa as.

Dalam situasi seperti itu, banyak orang dari Bani Israil saling berbisik, “Sesungguhnya Musa mendoakan Qarun agar dia bisa mewarisi rumah dan gedung hartanya”. Nabi Musa yang mendengar bisikan Bani Israil itu kemudian berkata untuk yang terakhir kalinya, “Wahai bumi, telanlah rumah dan semua harta milik Qarun !”.

Tiada yang mampu membatalkan kekuasaan Allah SWT, Dia menenggelamkan Qarun, pengikut, dan harta kekayaannya ke dalam bumi sebagai pembelajaran untuk umat Nabi Musa as yang lain dan juga umat-umat setelahnya.
Dan sampai sekarang pun kisah Qarun menjadi pelajaran unik dan berharga bagi kita semua agar kita tidak haus akan kekayaan dunia dan melalaikan perintah Allah SWT. Bahkan, nama “Qarun” pun dikenal bagi mereka yang menemukan harta terkubur dengan sebutan “Harta Karun”.

Allahu A'lam

Rabu, 19 Februari 2020

Kiblat Papat Limo Pancer

Apa kiblat kita? 
==========
Salah satu filosofi yang berkembang ==Kiblat Papat Lima Pancer , diartikan sebagai empat arah mata angin yaitu timur, selatan, barat dan utara sedangkan Lima Pancer yaitu tengah. Titik tengah ini disebut Kakbah. Inilah salah satu kajian Mbah Khyai Agus Sunyoto, Perintis Pesantren "Global " di kota dingin Malang. 
Kang Ibda (dalam== alif.id==) menulis :
rang Jawa sendiri memasukkan itu ke dalam nama-nama hari (pasaran) yang menjadi penentu jodoh, rezeki, dan nyawa manusia. Wujudnya, berupa konsep hari seperti pasaran legi (timur), pahing (selatan), pon (barat), wage (barat), dan kliwon (tengah/pusat).
Misalnya, dalam menanam jagung, ketika tidak mengindahkan konsep ini, bisa jadi mereka puso alias gagal panen. Begitu pula dengan pemilihan hari pernikahan, khitan, pindahan atau membangun rumah dan sebagainya.
Apakah hanya itu? Ternyata tidak. Kontekstualiasi Sedulur Papat juga menjelmas dalam elemen dasar dalam kehidupan manusia. Seperti cipta, rasa, karsa, dan karya. Tanpa keempat hal ini, bisa jadi manusia hidup namun mati. Artinya, sangat konyol ketika manusia hidup namun tidak memiliki cipta, rasa, karsa dan karya.
Islam sendiri sudah mengonsep hal itu dengan riil ke dalam bab nafsu, tasawuf, dan kondisi hati manusia dalam Surat Al-Qiyamah (75:1-2). Dari ayat itu, Winardi (2017) mengnalisis, manusia memiliki empat unsur paling dasar, yaitu lawwamah, supiyah, amarah dan mutmainah.
Lawwamah ini diartikan selemah apa pun manusia, pasti di dalam jiwanya terdapat sifat kejam dan berani membunuh. Jika diilmiahkan, sifat ini  menjadi pertanda setiap manusia hidup membutuhkan tanah sebagai salah satu sumber hidup atau dalam tubuh manusia  pasti mengandung zat tanah. Lambang warna dari sifat aluamah yakni  hitam.
Supiyah mengandung arti yaitu sebagai sahabat hidup manusia  yang selalu menginginkan harta benda dalam kemegahan serta  kemewahan dunia. Lambang warna dari sifat supiyah yakni kuning. Amarah yaitu sifat selalu mengajak dan menginginkan hal berbau atau dalam ranah politik, kecerdasan akan tetapi lebih cenderung dalam kesombongan.
Lambang warna dari sifat ini merah. Mutmainah yaitu sifat cenderung mengajak dalam nafsu ketuhanan,  beribadah kepada Tuhan. Lambang warna dari mutmainah yakni putih.
Dari keempat jenis ini, tidak mungkin manusia hanya memilih satu saja karena sudah digariskan dalam kehidupan. Namun, di antara keempat itu manusia harus dapat menyinergikan, memilah dan memilih mana yang potensi benar-salah, baik-buruk, indah-jelek untuk menggapai kehidupan bahagia dan pada 
Tanpa Sedulur Papat Limo Pancer, bisa jadi manusia tidak tahu dirinya. Bahkan, filsuf Martin Buber (1878-1965) jauh-jauh hari menggagas konsep diri dalam kehidupan dengan tujuan agar manusia menjadi dirinya sendiri meskipun dalam dirinya ada diri-diri yang lain. Dari diri-diri yang lain itu, manusia harus dapat menggapai jati diri, hakikat diri, dan harga diri agar tidak membelah diri.
Sedangkan konsep diri perspektif Ibnu Miskawaih (1994: 43-44), manusia memiliki tiga bagian, yaitu al-quwwah  alnatiqah (fakultas berpikir), al-quwwah algadabiyyah (fakultas amarah), dan alquwwah  al-shahwiyah (fakultas nafsu syahwat). Sedangkan Imam Al-ghazali (1960: 291) membuat episteme fakultas berpikir dengan al-nafs al-insaniyyah (jiwa  sebagai  esensi  manusia), fakultas amarah dengan istilah al-nafs alhayawaniyyat, dan fakultas nafsu syahwat dengan istilah al-nafs al-hayawaniyyah.


Allahu A'lam 







Mulai dari al-hikmat sebagai keutamaan akal, al-shaja‘ah keutamaan daya, al-gadab, al-‘iffah sebagai keutamaan daya al-shahwah, dan al-‘adalah sebagai  keseimbangan  daya  itu. Keutamaan-keutamaan inilah yang harusnya digali, karena manusia selain badan, juga memiliki akal, nafsu/syahwat dan hati.
Sudah jelas, Sedulur Papat Limo Pancer merupakan bagian dari diri manusia yang harus diijtihadi, digali, dan disinergikan ke dalam kehidupan agar manusia dapat kembali kepada Tuhannya. Uniknya, saat ini Indonesia berada pada era Revolusi Industri 4.0 dan Society 5.0 yang secara leksikal merupakan kesamaan dari Sedulur Papat (Revolusi Industri 4.0), Limo Pancer (Society 5.0). Ini bukan kebetulan, namun memang sudah sesuai dengan zeitgeist (spirit zaman).
Jika kita tidak dapat mentransformasi teknologi batin pada Sedulur Papat Limo Pancer, maka akan susah bagi kita untuk menjawab tantangan Revolusi Industri 4.0 dan Society 5.0.
Sebab, sinyal, kuota, internet, pulsa, semuanya adalah dunia maya, makhluk gaib yang kita sembah setiap hari. Sedangkan Sedulur Papat Limo Pancer jelas-jelas ada secara fisik saat kita lahir. Dus, kini siapa yang lebih gaib dan mitos antara sinyal, pulsa, kuota dengan Sedulur Papat Limo Pancer?

Sabtu, 15 Februari 2020

Windows 10....!

Windows 10
(Wajib....!==dawuh Kang Hero )
=========

Ya,  DELLON  belum berhasil meng-instal note-book Jadul itu  hingga detik ini.

Berguru dengan mbah Google saja
(tanpa sanad) rasanya memang tidaklah cukup.

Inilah pentingnya transmisi keilmuan secara bersanad (bersama Sang guru yang qualified, tentunya).

Di ranah akademis (dunia penelitian) pun,  reference dari Web merupakan sumber pustaka sekunder.

Ya,  ketersesatan berpikir (ijtihad yang liar) bisa terjadi karena keterbatasan kepemilikan ( penguasaan ) soft ware maupun hardware. Apalagi,  tanpa Sang Guru....!

Allahu A'lam.

Kamis, 13 Februari 2020

Cendol Dawet, branding masa depan?

Bedah
" Cendol -Dawet " (Jabung ),
Perlukah?
==========

Ya,  bedah penyusunan tes online bersama Mbah Rizal (2 kali)
Belum menghasilkan produk hingga kini.

Mungkin,  bedah
Cendol Dawet Jabung yang legendaris dan populer cita-rasanya itu  perlu kita agendakan.

Jika,  Bedah agenda (Cendol Dawet) ini bisa di -follow up menjadi ekskul,  maka sebuah keniscayaan bisa menjadi branding sekolah kita :

Mengalihkan packing minuman plastik yang beredar di pasaran menuju soft drink (Dawet Jabung) dengan menghalau anak-anak untuk meminum Cendol Dawet dengan gelas yang mereka bawa dari rumah.

Ya,  ini Bedah agenda sederhana. Mungkin, kita  perlu sedikit modifikasi dari resep Cendol Dawet dengan konten rasa dari Empon -empon atau Toga kita. Atau,  sebut saja "Cendol Dawet Toga ".

Why not?

Allahu A'lam

The King can do : No Wrong

The King can do :
 NO WRONG ...!
======

Konon,  DELLON ingin bersyair
dengan "memodifikasi " teks lagu Indonesia Raya
(terinspirasi syair "Indonesia Tanah Air Beta " karya Guz Muz,  yang popular itu?)

Namun,  Kang Hero melarangnya :
Beat-Ngah...!
Dholah.. (Lah...!)
==Dan,  sirnalah syair itu.

Yang sesungguhnya
==dengan syair itu ==
DELLON bermaksud membangun nasionalisme :
Membaranya soliditas warga SEMPEGA Rojo
(yang tentunya,  mengokohkan NKRI,  bukan?).

Logikanya,  sederhana saja :
Ku anfusakum
Wa ahlikum nar ....
==dimulai Kebersamaan itu
Dari Goa Pulo Kelandri menuju NKRI.

Ya,  adagium bahwa
The king can do no wrong
(mungkin) tak selamanya benar.

"DELLON bukanlah Nabi...
Juga,  bukan sahabat Nabi...

Jadi,  DELLON sangatlah  berpotensi
Nggabrul wal ngawur
Bin tamak nyozor thiwul...! "
(Begitulah,  pikir Kang Hero?)

Ya,  seperti hari ini
DELLON bermimpi :

Pertama :
Hadirnya GOR di sepanjang depan musholla.
(Termasuk, merobohkan musholla yang ada, hingga ruang GOR bebas hambatan).

Kedua, 
merenovasi Aula menjadi masjid jumbo (tinggi,  besar,  dan lebar) ==dan,  ini perlu Merobohkan RPL (ruang WKS 1 dan 2).

Ketiga,
Mendesign lantai 2
(Ruang Galeri Seni)
sepanjang Ruang TU,  KS,  dan Perpustakaan.

Ke empat,
Merancang lantai 2 (Aula Jumbo)
Sepanjang warisan gedung SMK.

Ke Lima,
Mendesign lantai 2
(parkir kendaraan siswa dan seluruh personalia) sepanjang RKB yang ada
(hingga halaman depan "moblonk" untuk menyemarakkan ekskul kita).

Berikutnya,  mungkin Kang Hero menganthongi ==site plan ==
Yang lebih " aduhai "
Dengan design maket yang "Wah".

"Haaa....! "
(Mbah Broto tampak tertawa ngakak  di kejauhan).

Dan,  di Wonosobo sudah saya diskusikan dengan beliau kemarin :

"Bermimpilah melebihi tingginya langit Arsy.
Kalau,  toh jatuh ...
engkau masih berada di antara galaksi bintang -bintang atau bersama bulan purnama...!

Namun,  mimpi Anda
 haruslah membumi.
Sak gayukke duwite Mbahmu...! "
(Ach...!  Si Mbah?)

"Anda boleh saja bermimpi
Menggandeng empat kekasih
Dan memberinya empat bungalow
Serta empat Mobil pribadi yang lux N Limited Edition.
Namun,  Anda harus menganthongi harta karun (warisan orang tua dan mertua) yang lebih dari mata uang Dollars. "
(Oh,  Si Mbah?)

DELLON pun terbangun dari mimpi panjang siang itu.

Kang Pandu,  Sekjen Camat itu memberinya souvenir :

"Ini produk unggulan Wonosobo. Gula merah dan Tempe. 
Door -prize atas mimpi Anda yang fantastic itu "

Dan,  mimpi panjang itu hilang seketika.
Bersama bayang-bayang senyum Mbah Broto di sepanjang jalan Wonosobo -Cangkring yang teramat nyaman itu.
(Mbah Broto terus tertawa,  menertawakan DELLON).

Allahu A'lam

Jumat, 06 September 2019

HP Android is useful in learning.

HP Android,  what for?

Nowdays most (all students) have the hand phone. So,  the teachers should inject it with many things (material,  test,  application,  etc) in learning.

If not,  the students will enjoy game online,  or "kataba - yaktubu -you tube -an " that is not relevant to learning.

By hand phone,  the teachers can discuss in learning (task,  home work,  test,  etc) with their students (by WA group of students,  email,  video, and others ). It can reduce the negative effects of Handphone usage among students.

Furthermore,  the students will understand (step by step) that Handphone is useful in learning.

Finally,  it's important for the teachers to redesign the lesson plan in using Handphone for learning.
Why not?

We can't escape the advance of technology (HP).  So,  we must support our students by using HP in learning.




Selasa, 03 September 2019

Apa Maumu...?

Sudah Ku-katakan :
Tak pernah berhenti
Detik keduniawianmu
Hingga Kuhentikan gerakan gerahammu
Untuk tertawa
Bersama para katak yang cerewet
Yang buta dan tuli
Yang membisukan wahyu-Ku

Bukankah sudah tanggal tiga taringmu?
Hingga dirimu harus memilih menu
Memilah air murni di tengah busa semu
Yang meracuni hatimu
Memporak-porandakan akal sehatmu :
Kau buang ruang dan waktu
Meneguk Juz buah Kuldi
Hingga lupa diri
Dan Mencampakkan kehadiran-Ku

Aku selalu mengejarmu
Namun,  dirimu kian menjauh
Aku diam menunggu kedatanganmu
Engkau tak bersua juga ke rumah-Ku

Apa maumu...!
Wahai,  Dellon....!
Delete== hawa diri dan libidomu yang binal itu
Dan, == on going ke musholla tua itu

Di lima waktu
Sebelum terpaku batu nisan tubuhmu

Setriyan,  September 2019