Minggu, 08 Januari 2023

Menyusun Latar Belakang Masalah PTK, Bagaimana?


Di bagian BAB I, Pendahuluan, ada Sub Bab, yaitu Latar Belakang Masalah.
Dalam berbagai forum guru sering mengeluh tentang sulitnya membuat latar belakang masalah PTK. Latar belakang masalah PTK tentu maksudnya adalah alasan alasan mengapa seorang guru perlu melakukan PTK.

Banyak kelemahan yang ditemukan yang membuat analisis permasalahan menjadi tidak tajam. Ketajaman analisis permasalahan berpengaruh pada tindakan tindakan yang akan diambil.

Kelemahan yang yang dijumpai ketika para peneliti adalah dalam menyusun latar belakang masalah biasanya disebabkan karena:

1)permasalahan tidak diambil dari permasalahan nyata di kelas terkesan dibuat buat; tidak menyertakan data data yang mendukung analisis masalah tersebut;

2) tidak ditemukan celah atau potensi untuk perbaikan /tindakan yang akan dilakukan;

3) masalah terlalu luas (rumusan tidak fokus);

4)latar belakang masalah tidak ditunjukan alasan pemilihan alternatif pemecahan masalah;

5)dan rumusan masalah tidak mencerminkan adanya tindakan dan gambaran perubahan tingkah laku.

Menulis latar belakang dengan baik mutlak perlu dilakukan mengingat bagian ini merupakan komponen penting dalam proposal PTK yang selanjutnya akan dimasukan juga dalam Laporan PTK.

Mengingat begitu pentingnya bagian latar belakang masalah ini, maka paling tidak bagian ini memuat beberapa unsur penting yang tercermin dalam beberapa paragraf yang bertautan satu sama lain.

Latar belakang Masalah PTK setidaknya berisi paragraf yang memuat hal-hal yang seharusnya (ideal) dan kenyataan yang terjadi.

Masalah merupakan kesenjangan antara yang diharapkan (hal-hal yang ideal) dan kenyataan yang dihadapi. Peneliti ingin mempersempit jarak antara kedua hal tersebut atau memperbaiki kesenjangan yang ada.

Oleh karenanya, dalam latar belakang juga dijelaskan alasan mengapa kesenjangan tersebut diperbaiki dan bagaimana cara memperbaikinya serta bagaimana dampaknya jika masalah tersebut dibiarkan berlarut larut.

Latar belakang masalah PTK yang baik setidaknya memiliki beberapa unsur berikut:

(1)Kondisi ideal di dalam kelas/pembelajaran yang diharapkan oleh guru/peneliti;


(2) Kenyataan yang saat ini sedang terjadi yang dihadapi guru/peneliti;


(3) Kesenjangan antara kondisi ideal dengan kenyataan yang dihadapi beserta penyebab munculnya kesenjangan tersebut. Penyebab munculnya masalah ini disebut juga dengan akar masalah;


(4) Urgensi penyelesaian masalah, atau dengan kata lain dampak-dampak negatif jika permasalahan di kelas/pembelajaran guru tersebut tidak diselesaikan; 


(5) Alternatif solusi/pemecahan masalah berupa tindakan yang diperkirakan dapat menyelesaikan masalah. Jika kelima hal tersebut termuat dalam latar belakang masalah sebuah penelitian tindakan kelas, maka latar belakang tersebut dapat dikatakan baik.



Berikut ini, contoh Latar Belakang Masalah, yaitu:

Contoh 1:

A. LATAR BELAKANG MASALAH
Pada pembelajaran IPA, pemahaman terhadap konsep-konsep esensial sangat penting. Pemahaman terhadap konsep-konsep esensial yang baik akan membuat peserta didik menempatkan konsep-konsep tersebut dalam sistem memori jangka panjang (long term memory) dan dapat menggunakannya untuk berpikir pada tingkatan yang lebih tinggi (higher level thinking) seperti pemecahan masalah dan berpikir kreatif. Pemahaman konsep-konsep esensial yang baik semestinya akan mempermudah mereka dalam mencapai kriteria ketuntasan minimal (KKM) yang telah ditetapkan oleh sekolah.

Kenyataan saat ini di kelas VIIIB SMP Negeri 4 Amuntai masih jauh dari kondisi ideal tersebut. Pemahaman terhadap konsep-konsep esensial pada mata pelajaran IPA untuk materi bahan kimia dalam kehidupan sehari-hari masih rendah (rata-rata kelas 63,28). Selain itu jumlah peserta didik yang berhasil mencapai dan melampaui KKM  kurang dari 75%. KKM mata pelajaran IPA pada Tahun Pelajaran 2010/2011 yang lalu adalah ≥ 61. Jumlah peserta didik yang berhasil mencapai dan melampaui KKM yang kurang dari 75% ini menyebabkan guru harus melakukan pembelajaran remedial secara klasikal. Kemudian, KKM mata pelajaran IPA pada Tahun Pelajaran 2011/2012 ini telah ditingkatkan menjadi ≥ 65, hal ini juga berarti bahwa kemungkinan persentase peserta didik yang tidak dapat mencapai KKM yang dinaikkan tersebut semakin besar.

Beberapa kemungkinan penyebab rendahnya pemahaman peserta didik tentang materi Bahan Kimia Dalam Kehidupan Sehari-hari sehingga berakibat pada rendahnya nilai rata-rata kelas dan ketuntasan klasikal yang tidak tercapai adalah: (1) materi Bahan Kimia Dalam Kehidupan Sehari-hari merupakan materi yang sangat banyak mengandung konsep-konsep bidang kimia dengan istilah-istilah yang sulit diingat dan dipahami; (2) strategi pembelajaran yang digunakan masih belum cukup untuk memfasilitasi pemerolehan pehamaman bagi peserta didik.

Kondisi demikian apabila terus dibiarkan akan berdampak buruk terhadap kualitas pembelajaran mata pelajaran IPA di Kelas VIIIB tersebut khususnya, dan di SMPN 4 Amuntai secara keseluruhan. Padahal, materi Bahan Kimia Dalam Kehidupan Sehari-hari merupakan salah satu materi esensial dalam kurikulum. Hal ini tercermin dari selalu termuatnya materi ini dalam Standar Kompetensi Lulusan (SKL) untuk Ujian Nasional (UN) pada 3 tahun terakhir ini.

Salah satu alternatif pemecahan masalah di atas yang mungkin untuk dilaksanakan oleh guru adalah melaksanakan pembelajaran IPA dengan menggunakan strategi memory cycle. Menurut Sprenger (2005), pembelajaran yang dilakukan dengan stretegi memory cycle yang terdiri dari 7 langkah (reach, reflect, recode, reinforce, rehearse, review, dan retrieve) memungkinkan peserta didik untuk dapat menyimpan konsep-konsep esensial yang diberikan dalam memori jangka panjang (long term memory) dan memungkinkan mereka untuk menggunakan konsep-konsep saat berpikir pada tingkatan yang lebih tinggi (higher level thinking).


Contoh 2: Latar Belakang Masalah

Proses belajar akan terjadi jika pengetahuan yang dipelajari bermakna bagi pembelajar (Freudental, 1991 dalam buku Ariyadi Wijaya, 2011:3). Pembelajaran matematika selama ini dipandang sebagai alat yang siap pakai. Pandangan ini mendorong guru bersikap cenderung memberi tahu konsep dan cara menggunakannya. Pembelajaran matematika terfokus pada guru, sehingga siswa cenderung pasif. Guru yang mendominasi kegiatan pembelajaran di kelas. Selain itu masih terdapat metode konvensional yang diterapkan, membuat suasana pembelajaran di kelas monoton. Metode pembelajaran yang sering dilaksanakan, biasanya ceramah, guru yang menjelaskan materi pembelajaran, memberikan rumus dan siswa disuruh menghafal rumus tersebut tanpa mengetahui konsep rumus tersebut didapat dari mana. Pembelajaran yang demikian tidak kondusif sehingga membuat siswa menjadi sasaran pembelajaran yang pasif, dan hanya menerima konsep dari guru saja. Tidak semua siswa dapat menghafal dengan baik tanpa memahami suatu konsep. Hal ini berimplikasi pada hasil belajar siswa yang rendah atau tidak sesuai dengan target yang ingin dicapai dalam suatu proses pembelajaran.

Permasalahan serupa tentang rendahnya hasil belajar matematika juga terjadi pada siswa kelas V SDN Malangrejo. Berdasarkan pengamatan pada proses pembelajaran matematika di kelas V SD Malangrejo Ngemplak, diperoleh data mengenai hasil belajar yang rendah. Rendahnya hasil belajar ini dilihat dari hasil perolehan nilai Tes Kendali Mutu (TKM) untuk mata pelajaran matematika semester 1 tahun pelajaran 2011/2012, yang mana data tersebut dapat dilihat dalam tabel di bawah ini.


Berdasarkan data tersebut dapat dilihat bahwa lebih dari 50% siswa belum mencapai Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM), hal ini ditunjukan dengan nilai rata-rata kelas yang masih di bawah KKM. Padahal jika dilihat dari penetapan KKM nya, KKM di SD Malangrejo itu masih tergolong rendah yaitu 60. Rendahnya hasil belajar matematika ini dipengaruhi oleh banyak faktor, antara lain proses pembelajarannya, siswa, guru, lingkungan kelas, maupun materinya sendiri. Dilihat dari proses pembelajarannya, yaitu pembelajaran masih bersifat konvensional, dimana guru kebanyakan menggunakan metode ceramah dan siswa diminta untuk mendengarkan dan menghafal rumus-rumus yang sudah ada. Padahal jika hanya dengan menghafal saja tanpa tahu konsepnya maka siswa akan lebih mudah untuk melupakan rumus tersebut. Alat peraga yang dimiliki sekolah juga masih terbatas.

Faktor siswa juga mempengaruhi rendahnya hasil belajar matematika. Siswa kelas V SD Malangrejo masih cenderung pasif saat mengikuti pembelajaran matematika. Siswa diminta untuk duduk diam memperhatikan penjelasan dari guru, sedangkan siswa yang duduk di bangku belakang asyik bermain sendiri atau berbicara dengan temannya. Guru juga berpengaruh terhadap hasil belajar anak. Guru hanya menggunakan metode ceramah, dan kurang inovatif dalam pembelajaran membuat siswa cepat bosan dan malas untuk belajar. Guru hanya terfokus untuk mengejar materi yang harus disampaikan kepada anak dan kurang memperhatikan kebermaknaan pengetahuan tersebut, sehingga kurang memberikan kesempatan pada anak untuk aktif menemukan sendiri konsepnya.

Lingkungan kelas turut berpengaruh terhadap hasil belajar. Ruang kelas V berukuran 7 x 8 m, didukung dengan jendela dan ventilasi yang cukup memadai. Penataan meja siswa masih bersifat konvensional dan ruangan belum difasilitasi alat peraga yang memadai untuk mendukung kegiatan pembelajaran. Penataan meja seperti ini menjadikan siswa yang duduk di baris paling belakang merasa kurang diperhatikan oleh guru, sehingga menimbulkan potensi bagi siswa untuk bicara sendiri dengan temannya.
Kompetensi pelajaran matematika turut serta dalam menentukan hasil belajar. Kompetensi pelajaran matematika cukup luas, antara konsep yang satu dengan konsep yang lain saling berkesinambungan. Seorang siswa yang belum menguasai suatu konsep awal dengan tuntas, maka untuk tingkat selanjutnya akan sulit pula untuk mengikuti pelajaran tersebut. Sebagai contoh tentang konsep perkalian. Konsep perkalian sebagai penjumlahan berulang ada di kelas II, namun apabila seorang anak belum bisa memahami dan menguasai konsep ini dengan baik dan sudah naik ketingkat selanjutnya, maka anak akan semakin kesulitan sehingga akan membentuk persepsi dalam dirinya bahwa matematika itu pelajaran yang sulit.

Berdasarkan penjelasan tersebut, solusi untuk meningkatkan hasil belajar matematika siswa kelas V SDN Malangrejo, Kecamatan Ngemplak adalah dengan menerapkan pendekatan matematika realistik. Suatu ilmu
Singkatnya, Latar Belakang Masalah seharusnya mengandung 5 unsur penting, yang minimal tergambar dalam 5 paragraf yang saling menyatu dan berhubungan satu sama lain membentuk pondasi Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilakukan oleh guru/peneliti. Kelima (5) unsur penting itu wajib ada, yaitu:

1) Kondisi ideal di dalam kelas/pembelajaran yang diharapkan oleh guru/peneliti.

2) Kondisi saat ini (yang sedang terjadi) di dalam kelas/pembelajaran guru/peneliti.

3) Kesenjangan (gap) antara kondisi ideal (no.1) dengan kondisi saat ini (no.2) beserta penyebab munculnya kesenjangan (gap), dengan kata lain akar permasalahan yang muncul/sumber masalah.

3) Urgensi penyelesaian masalah, atau dengan kata lain dampak-dampak negatif jika permasalahan di kelas/pembelajaran guru tersebut tidak diselesaikan.
3) Alternatif solusi/pemecahan masalah berupa tindakan (action) terbaik yang diperkirakan dapat menyelesaikan masalah.

Sumber:
https://www.tipsbelajarmatematika.com/2016/09/menulis-latar-belakang-masalah.html?

http://penelitiantindakankelas.blogspot.com/2012/05/ptk-cara-menulis-latar-belakang-masalah.html?m=1

https://www.tipsbelajarmatematika.com/2016/04/contoh-latar-belakang-masalah.html?m=1

Sabtu, 07 Januari 2023

Judul PTK, Bagaimana?

Bagaimanakah Merumuskan Judul Penelitian Tindakan Kelas?


Persiapan Guru Sebelum Melaksanakan Penelitian
Banyak kalangan guru merasa kebingungan saat merumuskan judul penelitian tindakan kelas (PTK). 

Perlu diketahui bahwa PTK adalah upaya guru untuk mendiagnosa problem pembelajaran di kelas melalui penelitian sesuai bidang tugasnya. PTK menjadi vital bagi guru untuk perbaikan pembelajaran. Dengan demikian, PTK seyogyanya dilakukan guru secara riil sesuai kelas dan mata pelajaran yang diampu. 

Sebelum guru melaksanakan PTK ini, dibutuhkan persiapan bagi guru sebagai berikut: 

1) Guru mendokumentasikan proses pembelajaran berupa jurnal pembelajaran (catatan yang berisi diskripsi dan situasi siswa, kelas, dan guru); 

2) Guru mendokumentasikan hasil pengamatan dan penilaian (tes) terkait aktifitas dan prestasi siswa dalam pembelajaran; 

3) Guru melakukan dan mendokumentasikan hasil refleksi pembelajaran.

Refleksi Guru Terhadap Pembelajaran, Bagaimana?
Apa sajakah yang memprihatinkan bagi guru terhadap pembelajaran yang telah dilakukan? Dalam hal ini, guru  mengumpulkan dan menganalisis permasalahan yang dihadapi dalam pembelajaran. 

Ada 3 hal yang biasanya menjadi fokus dalam PTK, yaitu: 

1) Bagaimanakah prestasi belajar siswa?
2) Bagaimanakah aktifitas belajar siswa?; 
3) Bagaimanakah motivasi belajar siswa? 

Dengan demikian, refleksi guru ini merupakan langkah awal sebelum guru melaksanakan PTK.

Rumusan Judul PTK, Bagaimana?
Judul PTK mengacu pada hasil refleksi guru terhadap pembelajaran. Pertanyaan-pertanyaan berikut akan membantu guru untuk merumuskan judul penelitian, yaitu: 

1. Apa yang ingin Anda tingkatkan?

2. Apa pendekatan /setrategi/model / metode/tehnik pembelajaran yang Anda pilih sebagai upaya peningkatan tersebut?

3. Bagi siswa yang mana?

4. Dimana Anda melakukan penelitian ini?

5. Kapan Anda melakukan penelitian?

Jawaban dari beberapa pertanyaan di atas akan menjadi judul PTK. Contohnya, sebagai berikut: 

Peningkatan Keterampilan Berbicara Bahasa Inggris Melalui Penggunaan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw  Bagi Siswa Kelas VII A SMP Negeri 1 Sudimoro Pada Tema Nature  Semester Ganjil Tahun Pelajaran 1994/1995.

Berdasarkan judul PTK di atas, diketahui sebagai berikut:

1. Guru ingin meningkatkan prestasi belajar siswa, yaitu ketrampilan berbicara Bahasa Inggris;

2. Guru memilih penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw;

3. Guru ingin meneliti siswa sesuai kelas yang diampu, yaitu Kelas VII A;

4. Guru melakukan penelitian di kelas VII A SMP Negeri 1 Sudimoro;

5. Penelitian dilakukan pada semester ganjil Tahun Pelajaran 1994/1995.

 Berikut contoh beberapa judul PTK yang ringkas, antara lain (https://www.kangjo.net/berita/detail/30-contoh-judul-penelitian-tindakan-kelas-ptk-guru-smp):

1. Peningkatan Hasil Belajar Materi Could I Have One Melalui Media Gambar Siswa Kelas VIIa SMPN 1 Benua Lima 
    Contoh Laporan PTK SMP, silahkan DOWNLOAD DISINI
 
2. Peningkatan Hasil Belajar Materi Clothes Menggunakan Strategi KWL (Know, Want to know, Learner) Siswa Kelas VIIIb  SMPN 1 Benua Lima
Contoh Laporan PTK SMP, silahkan DOWNLOAD DISINI
 
3. Peningkatan Hasil Belajar Materi The Transportation Menggunakan Media Game Who Wants To Be Millionaire Siswa Kelas IXb SMPN 1 Benua Lima
Contoh Laporan PTK SMP, silahkan DOWNLOAD DISINI
 
4. Peningkatan Hasil Belajar Materi Keragaman Sosial dan Budaya Indonesia Menggunakan               Pembelajaran Kooperatif Tipe SAL  Siswa Kelas VIIa SMPN 1 Benua Lima
Contoh Laporan PTK SMP, Silahkan DOWNLOAD DISINI
 
5. Peningkatan Hasil Belajar Materi Pranata Sosial dalam Kehidupan Masyarakat Menggunakan Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD  Siswa Kelas VIIIa SMPN 1 Benua Lima
Contoh Laporan PTK SMP, Silahkan DOWNLOAD DISINI
 
6. Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Materi Operasi Hitung Aljabar Menggunakan Pembelajaran Kooperatif Tipe SAL  Siswa Kelas VIIa SMPN 1 Benua Lima
Contoh: Laporan PTK SMP
 
7. Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Materi Operasi Hitung Aljabar Menggunakan Pembelajaran Kooperatif Tipe SAL Siswa Kelas VIIa SMPN 1 Benua Lima
Contoh: Laporan PTK SMP, materi operasi hitung aljabar

8. Peningkatan Hasil Belajar Materi Geometri Menggunakan Pembelajaran Kooperatif Tipe Teams Games Tournaments  Siswa Kelas VIIIb SMPN 1 Benua Lima
Contoh: Laporan PTK SMP, materi Geometri
 
9. Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Materi Pythagoras Menggunakan Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD  Siswa Kelas VIIIc SMPN 1 Paku
Contoh: Laporan PTK SMP
 
10.Peningkatan Hasil Belajar Materi Geometri Menggunakan Pembelajaran Kooperatif Tipe Teams Games Tournaments  Siswa Kelas VIIa SMPN 1 Paku
Contoh: Laporan PTK SMP
 
11.Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Materi Operasi Hitung Aljabar Menggunakan Pembelajaran Kooperatif Tipe SAL  Siswa Kelas VIIa SMPN 1 Paku
Contoh: Laporan PTK SMP
 
12. Peningkatan Hasil Belajar Materi Membangun Karakter Bangsa Melalui Sastra Menggunakan Pembelajaran Model STAD  Siswa Kelas IXe SMPN 1 Dusun Tengah
Contoh: Laporan PTK SMP
 
13.Peningkatan Hasil Belajar Materi HAM menurut Iman Kristen Melalui Pembelajaran Kooperatif Tipe KWL Siswa Kelas VIIIA SMPN 1 Benua Lima
Contoh: Laporan PTK SMP
 
14.Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Materi Klasifikasi Makhluk Hidup Melalui Pembelajaran Kooperatif Tipe TGT Siswa Kelas VIIA SMPN 4 Tamiang Layang
Contoh: Laporan PTK SMP
 
15.Peningkatan Hasil Belajar Materi Sistem Peredaran Darah Pada Manusia Menggunakan Strategi KWL Siswa Kelas VIIIb SMPN 4 Tamiang Layang
Contoh: Laporan PTK SMP
 
16.Peningkatan Hasil Belajar Materi Sistem Koordinasi Dan Alat Indra Menggunakan Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD Siswa Kelas IXa SMPN 4 Tamiang Layang
Contoh: Laporan PTK SMP
 
17.Peningkatan Hasil Belajar Materi HAM menurut Iman Kristen Melalui Pembelajaran Kooperatif Tipe KWL Siswa Kelas VIIB SMPN 4 Tamiang Layang
Contoh: Laporan PTK SMP
 
18.Peningkatan Hasil Belajar Materi Ketrampilan Hidup Melalui Pembelajaran Kooperatif Tipe SAL Siswa Kelas VIIIa SMPN 4 Tamiang Layang
Contoh: Laporan PTK SMP
 
19.Peningkatan Hasil Belajar Materi Lingkungan Menggunakan Media Gambar Siswa Kelas VIIIb SMPN 4 Tamiang Layang
Contoh: Laporan PTK SMP
 
20.Peningkatan Hasil Belajar Materi Membangun Karakter Bangsa Melalui Sastra Menggunakan Model Scramble Siswa Kelas IXb SMPN 4 Tamiang Layang
Contoh: Laporan PTK SMP
 
21.Peningkatan Hasil Belajar Materi Ketrampilan Hidup Melalui Pembelajaran Kooperatif Tipe SAL Siswa Kelas VIIIa SMPN 4 Tamiang Layang
Contoh: Laporan PTK SMP
 
22.Peningkatan Hasil Belajar Materi Lingkungan Menggunakan Media Gambar Siswa Kelas VIIIb SMPN 4 Tamiang Layang
Contoh: Laporan PTK SMP
 
23.Peningkatan Hasil Belajar Materi Membangun Karakter Bangsa Melalui Sastra Menggunakan Model Scramble Siswa Kelas IXb SMPN 4 Tamiang Layang
Contoh: Laporan PTK SMP
 
24.Peningkatan Hasil Belajar Materi HAM menurut Iman Kristen Melalui Pembelajaran Kooperatif Tipe KWL Siswa Kelas IX SMPN Satu Atap 1 Dusun Timur
Contoh: Laporan PTK SMP
 
25.Peningkatan Hasil Belajar Materi The Transportation Menggunakan Media Game Who Wants To Be Millionaire Siswa Kelas IXc SMPN 1 Pematang Karau
Contoh: Laporan PTK SMP
 
26. Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Materi Operasi Hitung Aljabar Menggunakan                    Pembelajaran Kooperatif Tipe JIGSAW Siswa Kelas VIIc SMPN 1 Pematang Karau
Contoh: Laporan PTK SMP
 
27. Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Materi Pythagoras Menggunakan Pembelajaran Kooperatif Tipe Examples Non Examples Siswa Kelas VIIIb SMPN 1 Pematang Karau
Contoh: Laporan PTK SMP
 
28.Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Materi Klasifikasi Makhluk Hidup Melalui Pembelajaran Kooperatif Tipe TGT Siswa Kelas VIIB SMPN 1 Karusen Janang
Contoh: Laporan PTK SMP
 
29.Peningkatan Hasil Belajar Materi The Transportation Menggunakan Media Game Who Wants To Be Millionaire Siswa Kelas IXc SMPN 1 Pematang Karau
Contoh: Laporan PTK SMP
 
30.Peningkatan Hasil Belajar Materi Keragaman Sosial dan Budaya Indonesia Menggunakan Pembelajaran Kooperatif Tipe SAL  Siswa Kelas VIIb SMPN 1 Pematang karau
Contoh: Laporan PTK SMP

31.Peningkatan Hasil Belajar Materi Lingkungan Hidup Menggunakan Pembelajaran Kooperatif Tipe Teams Games Tournaments  Siswa Kelas VIIIa SMPN 1 Pematang Karau
 
32.Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Materi Operasi Hitung Aljabar Menggunakan Pembelajaran Kooperatif Tipe JIGSAW  Siswa Kelas VIIc SMPN 1 Pematang Karau

33.Peningkatan Hasil Belajar Materi Lingkungan Hidup Menggunakan Pembelajaran Kooperatif Tipe Teams Games Tournaments  Siswa Kelas VIIIa SMPN 1 Pematang Karau
 
34.Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Materi Operasi Hitung Aljabar Menggunakan Pembelajaran Kooperatif Tipe JIGSAW  Siswa Kelas VIIc SMPN 1 Pematang Karau
 
35.Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Materi Pythagoras Menggunakan Pembelajaran Kooperatif Tipe Examples Non Examples  Siswa Kelas VIIIb SMPN 1 Pematang Karau

36.Peningkatan Hasil Belajar Materi Geometri Menggunakan Pembelajaran Kooperatif Tipe Numbered Heads Together  Siswa Kelas VIIIa SMPN 1 Pematang Karau
 
37.Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Materi Klasifikasi Makhluk Hidup Melalui Pembelajaran Kooperatif Tipe TGT Siswa Kelas VIIB SMPN 1 Karusen Janang
 
38.Peningkatan Hasil Belajar Materi Sistem Peredaran Darah Pada Manusia Menggunakan Strategi KWL Siswa Kelas VIIIa SMPN 1 Karusen Janang
 
39.Peningkatan Hasil Belajar Materi Sistem Koordinasi Dan Alat Indra Menggunakan Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD Siswa Kelas IXa SMPN 1 Karusen Janang

40.Peningkatan Hasil Belajar Materi Could I Have One Melalui Media Gambar Siswa Kelas VIIa SMPN 1 Benua Lima
 
41.Peningkatan Hasil Belajar Materi Clothes Menggunakan Strategi KWL  Siswa Kelas VIIIb SMPN 1 Benua Lima
 
42.Peningkatan Hasil Belajar Materi Keragaman Sosial dan Budaya Indonesia Menggunakan
Pembelajaran Kooperatif Tipe SAL  Siswa Kelas VIIa SMPN 1 Benua Lima
 
43.Peningkatan Hasil Belajar Materi Lingkungan Hidup Menggunakan Pembelajaran Kooperatif Tipe Teams Games Tournaments  Siswa Kelas VIIIb SMPN 1 Benua Lima
 
44.Peningkatan Hasil Belajar Materi Sistem Peredaran Darah Pada Manusia Menggunakan Metode STAD Siswa Kelas VIIIb SMPN 1 Benua Lima
 
45.Peningkatan Hasil Belajar Materi Sistem Operasi dan Sistem Aplikasi Melalui Media Pembelajaran Siswa Kelas VIIb SMPN 1 Benua Lima
 
46.Peningkatan Hasil Belajar Materi Clothes Menggunakan Strategi KWL  Siswa Kelas VIIIb SMPN 1 Paju Epat

47.Peningkatan Hasil Belajar Materi Keragaman Sosial dan Budaya Indonesia Menggunakan Pembelajaran Kooperatif Tipe SAL  Siswa Kelas VIIa SMPN 1 Karusen Janang
 
48.Peningkatan Hasil Belajar Materi Sistem Operasi dan Sistem Aplikasi Melalui Media Pembelajaran Siswa Kelas VIIb SMPN 1 Karusen Janang
 
49.Peningkatan Hasil Belajar Materi Keragaman Sosial dan Budaya Indonesia Menggunakan Pembelajaran Kooperatif Tipe SAL  Siswa Kelas VIIa SMPN 1 Paku
 
50.Peningkatan Hasil Belajar Materi Pranata Sosial dalam Kehidupan Masyarakat Menggunakan Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD  Siswa Kelas VIIID SMPN 1 Paku
 
51.Peningkatan Hasil Belajar Materi Lingkungan Hidup Menggunakan Pembelajaran Kooperatif Tipe Teams Games Tournaments  Siswa Kelas VIIIb SMPN 1 Paku
 
52.Peningkatan Hasil Belajar Materi Sistem Peredaran Darah Pada Manusia Menggunakan Strategi KWL Siswa Kelas VIIIb SMPN 1 Paku
 
53.Peningkatan Hasil Belajar Materi Sistem Koordinasi Dan Alat Indra Menggunakan Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD Siswa Kelas IXc SMPN 1 Paku

54.Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Materi Klasifikasi Makhluk Hidup Melalui Pembelajaran Kooperatif Tipe TGT Siswa Kelas VIID SMPN 1 Paku
 
55.Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Materi Klasifikasi Makhluk Hidup Melalui Pembelajaran Kooperatif Tipe TGT Siswa Kelas VIIB SMPN 1 Paju Epat
 
56.Peningkatan Hasil Belajar Materi Membangun Karakter Bangsa Melalui Sastra Menggunakan Model Scramble Siswa Kelas IXb SMPN 1 Paju Epat
 
57.Peningkatan Hasil Belajar Materi HAM menurut Iman Kristen Melalui Pembelajaran Kooperatif Tipe KWL Siswa Kelas VIIIB SMPN 1 Paju Epat

58.Peningkatan Hasil Belajar Materi Membangun Karakter Bangsa melalui Sastra Menggunakan Pembelajaran Kooperatif Tipe SAL  Siswa Kelas IXb SMPN 1 Karusen Janang

59.Peningkatan Hasil Belajar Materi Peristiwa Bermakna Menggunakan Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD  Siswa Kelas IXa SMPN 1 Karusen Janang

60. Peningkatan Hasil Belajar Materi Hiburan Hati Menggunakan Pembelajaran Kooperatif Tipe TGT  Siswa Kelas IXa SMPN 1 Karusen Janang


Kamis, 20 Oktober 2022

LDKS OSIS SMP Negeri 3 Ngadirojo, Bagaimana?

Kepemimpinan, Apa? 
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, pengertian kepemimpinan adalah cara memimpin atau perihal pemimpin. Secara harfiah, kepemimpinan berasal dari kata “pimpin” yang artinya mengarahkan, membina, mengatur, menuntun, menunjukkan, atau memengaruhi.

Pemimpin bukan sekadar memerintah orang di bawahnya. Sosok pemimpin membantu diri mereka sendiri dan orang lain untuk melakukan hal yang benar. Mereka menetapkan arah, membangun visi yang menginspirasi, dan menciptakan sesuatu yang baru. Kepemimpinan adalah tentang memetakan ke mana Anda harus pergi untuk berhasil sebagai tim atau organisasi.

Dan ketika seorang pemimpin menetapkan tujuan, mereka juga harus menggunakan keterampilan manajemen mereka untuk membimbing orang-orang mereka ke tujuan yang tepat, dengan cara yang efektif dan efisien.

Pengertian kepemimpinan menurut Kartini Kartono (1994) adalah karakter khas, khususnya, mengambil situasi tertentu. Karena kelompok melakukan kegiatan tertentu dan memiliki tujuan dan berbagai peralatan khusus. Pemimpin kelompok dengan fitur karakteristik adalah fungsi dari situasi tertentu.

Kemudian menurut George R. Terry, pengertian kepemimpinan adalah hubungan yang ada dalam seseorang atau pemimpin dan pengaruh yang lain untuk mau bekerja secara sadar dalam kaitannya dengan tugas untuk mencapai tujuan yang diinginkan.

William G. Scott (1962) berpendapat pengertian kepemimpinan adalah proses mempengaruhi kegiatan yang diselenggarakan dalam kelompok dalam upaya mereka untuk mencapai tujuan yang ditetapkan.

Menurut Hemhill dan Coon (1995), pengertian kepemimpinan adalah sikap individu yang memimpin berbagai kegiatan kelompok terhadap tujuan yang akan dicapai bersama-sama.

Dari Rauch dan Behling (1984), pengertian kepemimpinan adalah proses mempengaruhi aktivitas kelompok yang terorganisir terhadap pencapaian tujuan.

Lalu pengertian kepemimpinan menurut Weschler dan Massarik (1961) adalah pengaruh antar pribadi, yang dijalankan dalam situasi tertentu, dan diarahkan melalui proses komunikasi, untuk mencapai tujuan tertentu atau lebih.

Terakhir, P. Pigors (1935) menyatakan bahwa pengertian kepemimpinan adalah proses mendorong dan mendorong melalui interaksi yang berhasil dari perbedaan individu, pengendalian kekuatan seseorang dalam mengejar tujuan bersama.


Fungsi Kepemimpinan

Fungsi Instruktif

Pemimpin berfungsi sebagai komunikator untuk menentukan semua aspek di dalam sebuah organisasi. Cara mengerjakan perintah, melaksanakan dan melaporkan hasil, dan tempat mengerjakan perintah harus diperhatikan agar setiap keputusan dapat berjalan efektif.

Fungsi Konsultatif

Pemimpin menggunakan fungsi konsultatif sebagai komunikasi dua arah. Komunikasi ini digunakan saat pemimpin hendak menetapkan kebijakan atau keputusan dan memerlukan pertimbangan dari kelompok yang dipimpinnya. Dengan begitu, keputusan pun dapat diambil secara efektif dan maksimal.

Fungsi Partisipasi

Fungsi partisipasi melibatkan anggota untuk ikut serta dalam setiap pengambilan kebijakan. Ini perlu dan bagus dilakukan agar orang yang dipimpinnya memiliki kesempatan untuk berpartisipasi menentukan apa yang akan dilaksanakan nantinya.

Fungsi Delegasi

Dalam fungsi delegasi, pemimpin harus bisa mempercayakan seseorang yang dipimpinnya, seperti pelimpahan wewenang dan turut andil dalam penentuan keputusan. Hal ini akan sangat membantu pekerjaan pemimpin dalam mencapai tujuan. Oleh karena itu, kerja sama antara pemimpin dan anggota sangat diperlukan.

Fungsi Pengendalian

Pemimpin harus mampu mengatur aktivitas dari para anggota agar tetap terarah. Pemimpin harus bisa memberi arahan, bimbingan, serta contoh yang baik terhadap anggota. Untuk mewujudkannya, seorang pemimpin perlu mengadakan kegiatan bimbingan, koordinasi, dan pengawasan.


Tujuan Kepemimpinan

Kepemimpinan adalah proses di mana seseorang dapat mengarahkan, membimbing dan mempengaruhi perilaku dan pekerjaan orang lain menuju tujuan tertentu dalam situasi tertentu. Kepemimpinan adalah kemampuan seorang manajer untuk mendorong orang yang dia pimpin untuk bekerja dengan percaya diri dan semangat.

Oleh karena itu, salah satu tujuan kepemimpinan yaitu menjadi sarana untuk mencapai sebuah tujuan. Melalui kepemimpinan, setiap individu dapat memperhatikan cara seorang pemimpin untuk mewujudkan tujuan atau keinginannya. Dengan begitu, kepemimpinan bisa digunakan sebagai tolok ukur dalam mencapai tujuan tersebut.

Selain itu, kepemimpinan juga memiliki tujuan untuk memberi motivasi kepada orang lain. Hal ini sangat diperlukan sebagai salah satu cara untuk mempertahankan dan meningkatkan semangat kerja yang ada dalam diri orang yang dipimpinnya.


Pentingnya Kepemimpinan

Kepemimpinan adalah bagian penting dari manajemen yang membantu memaksimalkan efisiensi dan untuk mencapai tujuan. Dikutip dari managementstudyguide.com, poin-poin berikut menunjukkan pentingnya kepemimpinan dalam suatu organisasi:

  • Memulai inisiasi - Pemimpin adalah orang yang memulai pekerjaan dengan mengkomunikasikan kebijakan dan rencana kepada bawahan dari mana pekerjaan sebenarnya dimulai.
  • Memberikan bimbingan - Seorang pemimpin tidak hanya mengawasi tetapi juga memainkan peran untuk membimbing bawahannya. Bimbingan di sini berarti menginstruksikan pada bawahan bagaimana cara mereka harus melakukan pekerjaan mereka secara efektif dan efisien.
  • Menciptakan kepercayaan - Percaya diri merupakan faktor penting yang dapat dicapai melalui apresiasi upaya kerja bawahan, menjelaskan peran mereka dengan jelas dan memberi mereka pedoman untuk mencapai tujuan secara efektif.
  • Membangun moral - Moral menunjukkan kesediaan karyawan terhadap pekerjaan mereka dan membuat mereka percaya diri sekaligus untuk memenangkan kepercayaan mereka. Seorang pemimpin dapat menjadi pendorong moral dengan mencapai kerjasama penuh sehingga mereka tampil dengan kemampuan terbaik saat bekerja.
  • Membangun lingkungan kerja - Lingkungan kerja yang efisien membantu pertumbuhan yang sehat dan stabil. Oleh karena itu, hubungan antar manusia harus diperhatikan oleh seorang pemimpin. Dia harus memiliki kontak pribadi dengan karyawan dan harus mendengarkan masalah mereka dan membantu menyelesaikannya. Dia harus memperlakukan karyawan dengan istilah kemanusiaan.
  • Koordinasi - Koordinasi dapat dicapai melalui rekonsiliasi kepentingan pribadi dengan tujuan organisasi. Sinkronisasi ini dapat dicapai melalui koordinasi yang tepat dan efektif yang seharusnya menjadi motif utama seorang pemimpin.
Singkatnya, kepemimpinan merupakan sebuah bidang riset dan juga suatu keterampilan praktis yang mencakup kemampuan seseorang atau sebuah organisasi untuk "memimpin" atau membimbing orang lain, tim, atau seluruh organisasi.

LDKS
Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS) adalah sebuah pelatihan dasar tentang segala hal yang berkaitan dengan kepemimpinan. Biasanya diberikan oleh Pengurus OSIS lama kepada calon Pengurus OSIS baru, baik untuk tingkat Sekolah Menengah Pertama maupun Sekolah Menengah Atas. Oleh karena itu, dalam melaksanakan tugas kepengurusan, diperlukan adanya   pembinaan atau latihan dasar untuk para pengurus OSIS agar   mereka paham tugas pokok dan tanggung jawab yang diemban.

LDKS meliputi pelatihan dasar tentang segala hal yang berkaitan dengan kepemimpinan, pengorganisasian dan perencanaan program kegiatan serta evaluasi kegiatan untuk memberikan bekal kepemimpinan kepada Pengurus OSIS baru yang nantinya akan menjadi pemimpin dari seluruh kesatuan OSIS. 

Tujuan dari pelatihan dasar kepemimpinan ini adalah mempersiapkan kader-kader pengurus OSIS baru untuk menjadi calon pengurus baru OSIS yang mampu menjadi pemimpin Tangguh dalam sebuah organisasi  beserta unit-unitnya, yang :

  • Beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa
  • Berbudi Pekerti Luhur
  • Memiliki Pengetahuan dan Keterampilan
  • Sehat Jasmani dan Rohani
  • Memiliki Rasa Tanggungjawab, Kemasyarakatan dan
    kebangsaan
  • Berpikir Kreatif dan Inovatif
  • Dapat Mengambil Keputusan
  • Dapat Memecahkan masalah dengan baik
  • Belajar dengan baik, kolaborasi, pengolahan dan
    pengendalian diri. 
Berbagai materi yang diajarkan mencakup kemampuan siswa dalam kecakapan mental, mampu berbicara di depan orang banyak, mengeluarkan pendapat, hingga pemikiran mengenai seorang pemimpin yang bijaksana. 
Khususnya LDKS OSIS SMP Negeri 3 Ngadirojo, matèri ditekankan pada: 
1) Tata kerja dan perilaku organisasi;
2) Komunikasi, Tata krama, dan Tata Tertib Siswa;
3) Penyusunan proposal dan pelaporan;
4) Tehnik persidangan dan pengambilan keputusan;
5) Korespondensi organisasi;
LDKS OSIS SMP Negeri 3 Ngadirojo dilaksanakan sejak tanggal 20 Oktober 2022 hingga 21 Oktober 2022 di ruang pertemuan SMP Negeri 3 Ngadirojo. 

Sumber:
Merdeka. Com

Senin, 03 Oktober 2022

Tingkat Kepuasan Pelanggan SMP Negeri 3 Ngadirojo, Bagaimana?



SURVEI KEPUASAN PEMANGKU KEPENTINGAN STAKEHOLDER SATISFACTION SURVEY (SSS) SMP NEGERI 3 NGADIROJO 2022

LATAR BELAKANG
SMP Negeri 3 Ngadirojo terus berupaya untuk meningkatkan kinerja program dan kebijakan di bidang pendidikan dan kebudayaan. Salah satunya adalah dengan peningkatan layanan prima (service excellent) dan layanan yang berorientasi kepada pemangku kepentingan. Indikasi keberhasilan program dan kebijakan pendidikan dan kebudayaan, salah satunya adalah melalui kepuasan dari kepuasan pelanggan berupa skor indeks stakeholder satisfaction. Untuk mengukur tingkat kepuasan kepuasan pelanggan ini diperlukan survei di tingkat nasional yang dijalankan secara berkelanjutan. Sehingga dapat terukur peningkatan atau penurunan dari keberhasilan program dan kebijakan.
Dalam program reformasi birokrasi SMP Negeri 3 Ngadirojo telah ditetapkan Sepuluh program area perubahan yang menjadi fokus reformasi birokrasi di lingkungan SMP Negeri 3 Ngadirojo, yaitu:
1. Bagaimanakah layanan pembelajaran guru selama di dalam kelas selama ini? 
2. Bagaimanakah layanan para pembina ekstrakurikuler selama ini? 
3. Bagaimanakah layanan para staf Tata Usaha selama ini? 
4. Bagaimanakah layanan pustakawan di perpustakaan sekolah selama ini? 
5. Bagaimanakah layanan laboran di laboratorium IPA selama ini? 
6. Bagaimanakah layanan teknisi di laboratorium komputer selama ini? 
7. Bagaimanakah layanan pengembangan literasi di sekolah selama ini? 
8. Bagaimanakah layanan pengembangan diri selama ini? 
9. Bagaimanakah prestasi siswa di bidang akademik selama ini? 
10. Bagaimanakah prestasi siswa di bidang non akademik selama ini?

Selain itu, sejalan dengan peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Permen PAN-RB) Nomor 14 Tahun 2017 tentang Pedoman Penyusunan Survei Kepuasan Masyarakat Unit Penyelenggara Pelayanan Publik sebagai pengganti Permen PAN RB Nomor 16
tahun 2014 tentang survei kepuasan masyarakat terhadap penyelenggaraan pelayanan publik dijelaskan bahwa penyelenggara pelayanan publik wajib melakukan Survei Kepuasan Masyarakat (SKM) secara berkala minimal 1 kali dalam 1 tahun.
Berdasarkan hal tersebut, maka Tim Pengembang Sekolah pada tahun 2022 menyelenggarakan kegiatan Survei Kepuasan Pemangku Kepentingan/ Stakeholders Satisfaction Survey (SSS).

MAKSUD DAN TUJUAN
Maksud utama pelaksanaan kegiatan Survei Kepuasan Pemangku Kepentingan/ Stakeholders Satisfaction Survey (SSS) ini adalah untuk mengukur tingkat kepuasan dari kepuasan pelanggan SMP Negeri 3 Ngadirojo terhadap program dan kebijakan yang sudah dijalankan. Lebih khusus, tujuan utama pelaksanaan kegiatan ini adalah:
Mendapatkan hasil evaluasi tingkat kepuasan dari para kepuasan pelanggan terhadap program kerja dan kebijakan dari SMP Negeri 3 Ngadirojo  secara nasional;
Mendapatkan informasi tentang faktor-faktor kepuasan dari stakeholder;
Mendapatkan hasil evaluasi pemahaman/pengetahuan, penilaian, kebutuhan dan harapan, serta dampak-manfaat kebijakan dan program kerja yang sudah dijalankan SMP Negeri 3 Ngadirojo;
Mendapatkan rekomendasi untuk dapat meningkatkan kualitas kebijakan dan program kerja dari SMP Negeri 3 Ngadirojo, sekaligus peningkatan persepsi positif para pemangku kepentingan.

METODOLOGI
Penelitian ini menggunakan metode diskriptif kuantitatif. Responden terdiri dari: 1) peserta didik; 2) Orang tua 3) Komite Sekolah; dan 5) Pejabat Dinas Pendidikan. 
Jumlah responden dalam survei sebanyak 249 responden sebagaimana pada Gambar 1 dibawah ini:

Gambar 1: Kedudukan Responden

Gambar 1 di atas menunjukkan persentase responden dari total 249 responden sebagai berikut:
Sebanyak 73,9% (184 responden) berasal dari siswa
Sebanyak 22,9% (57 responden) berasal dari orang tua siswa
Sebanyak 1,6% (4 responden) berasal dari Pengurus komite
Sebanyak 1,6% (4 responden) berasal dari Pejabat Dinas Pendidikan
 Teknik penarikan sampel menggunakan kombinasi acak sederhana (simple random sampling) dan purposive sampling. 
Pengambilan data dilakukan dengan google form terhadap para pemangku kepentingan SMP Negeri 3 Ngadirojo menggunakan kuesioner berbasis teknologi informasi dan komunikasi yang terstruktur sesuai dengan sasaran survei.
Perhitungan Indeks Survei Kepuasan berdasarkan skor rata-rata (mean score). Skala pengkuran kepuasan menggunakan skala likert 1 – 6 selanjutnya di konversi menjadi skala 0 – 100 (Geoff Norman, Springer, 2010). Selain itu juga dihitung persentase top 2 boxes (responden yang menjawab sangat memuaskan dan memuaskan). Untuk menghitung indeks kepuasan pemangku kepentingan menggunakan persentase bottom 5 option (responden yang menjawab sangat memuaskan, memuaskan, cukup memuaskan, kurang memuaskan dan tidak memuaskan).
Untuk mendeskripsikan nilai indeks kepuasan pemangku kepentingan menggunakan kriteria penilaian seperti berikut:
Tabel 1 : Kriteria Penilaian

NO.
SKOR BUTIR PENILAIAN
Kategori Jawaban

1
5
Sangat Memuaskan

2
4
Memuaskan

3
3
Cukup Memuaskan

4
2
Kurang Memuaskan

5
1
Tidak Memuaskan

Indeks kepuasan dihitung dengan menjumlahkan persentase jawaban kategori Sangat memuaskan dan Memuaskan. Selanjutnya, digunakan tabel interpretasi sebagai berikut:
Tabel 2. Interpretasi Indeks Kepuasan
NO.
Indeks (%)
Interpretasi

1
86-100
Sangat Baik

2
66-85
Baik

3
46-65
Cukup baik, perlu sedikit perbaikan

4
26-45
Kurang Baik, perlu banyak perbaikan dan perubahan yang mendasar

5
0-25
Tidak Baik, perlu banyak sekali perbaikan dan perubahan yang mendasar

Tahapan pelaksanaan Survei Kepuasan Pemangku Kepentingan / Stakeholders Satisfaction Survey (SSS) SMP Negeri 3 Ngadirojo 2022, digambarkan secara ringkas melalui diagram alur sebagai berikut:

Gambar 2. Tahapan Kerja
HASIL DAN PEMBAHASAN
Secara keseluruhan diskripsi kepuasan pemangku kepentingan SMP Negeri 3 Ngadirojo 2022 sebagai berikut:

Layanan intrakurikuler
Diskripsi layanan intrakurikuler  di SMP Negeri 3 Ngadirojo sebagaimana Gambar 3 di bawah ini:
Gambar 3: Layanan intrakurikuler
Gambar 3 di atas menunjukkan respon dari 249 responden terkait layanan intrakurikuler di SMP Negeri 3 Ngadirojo, yaitu:
Sebanyak 28,9% (72 responden) menyatakan sangat memuaskan;
Sebanyak 47% (117 responden) menyatakan memuaskan;
Sebanyak 22,5% (56 responden) menyatakan cukup memuaskan;
Sebanyak 1,6% (4 responden) menyatakan kurang memuaskan.
Indeks kepuasan pemangku kepentingan terhadap layanan intrakurikuler di SMP Negeri 3 Ngadirojo dalam kategori Baik sebagaimana pada tabel 3 di bawah ini:
Tabel 3: Indeks kepuasan layanan Intrakurikuler
Kriteria Jawaban Responden
Frekwensi Jawaban
%

Sangat Memuaskan
72
28,9

Memuaskan
117
47

Total
189
75,9

Interpretasi
Baik


Layanan Ekstra kurikuler
Diskripsi layanan ekstrakurikuler di SMP Negeri 3 Ngadirojo sebagaimana Gambar 4 di bawah ini:
Gambar 4: Layanan Ekstrakurikuler
Gambar 4 di atas menunjukkan respon dari 249 responden terkait layanan ekstrakurikuler di SMP Negeri 3 Ngadirojo, yaitu:
Sebanyak 35,3% (88 responden) menyatakan sangat memuaskan;
Sebanyak 40,6% (101 responden) menyatakan memuaskan;
Sebanyak 22,5% (53 responden) menyatakan cukup memuaskan;
Sebanyak 2,4% (6 responden) menyatakan kurang memuaskan.
Indeks kepuasan pemangku kepentingan terhadap layanan intrakurikuler di SMP Negeri 3 Ngadirojo dalam kategori Baik sebagaimana pada tabel 4 di bawah ini:
Tabel 4: Indeks kepuasan layanan Ekstrakurikuler
Kriteria Jawaban Responden
Frekwensi Jawaban
%

Sangat Memuaskan
88
35,3

Memuaskan
101
40,6

Total
189
75,9

Interpretasi
Baik

Layanan Staf Tata Usaha
Diskripsi layanan staf Tata Usaha di SMP Negeri 3 Ngadirojo sebagaimana Gambar 5 di bawah ini:
Gambar 5: Layanan Staf Tata Usaha
Gambar 5 di atas menunjukkan respon dari 249 responden terkait layanan staf tata usaha di SMP Negeri 3 Ngadirojo, yaitu:
Sebanyak 22,1% (55 responden) menyatakan sangat memuaskan;
Sebanyak 55% (137 responden) menyatakan memuaskan;
Sebanyak 22,5% (56 responden) menyatakan cukup memuaskan;
Sebanyak 0,4% (1 responden) menyatakan kurang memuaskan.
Indeks kepuasan pemangku kepentingan terhadap layanan staf tata usaha di SMP Negeri 3 Ngadirojo dalam kategori Baik sebagaimana pada tabel 5 di bawah ini:
Tabel 5: Indeks kepuasan layanan Tata Usaha
Kriteria Jawaban Responden
Frekwensi Jawaban
%

Sangat Memuaskan
55
22,1

Memuaskan
137
55

Total
116
77,1

Interpretasi
Baik

Layanan pustakawan di perpustakaan
Layanan pustakawan di SMP Negeri 3 Ngadirojo sebagaimana pada Gambar 6 di bawah ini:
Gambar 6: Layanan Pustakawan
Gambar 6 di atas menunjukkan respon dari 249 responden terkait layanan pustakawan di SMP Negeri 3 Ngadirojo, yaitu:
Sebanyak 39,8% (99 responden) menyatakan sangat memuaskan;
Sebanyak 43% (107 responden) menyatakan memuaskan;
Sebanyak 16,1% (40 responden) menyatakan cukup memuaskan;
Sebanyak 1,2% (3 responden) menyatakan kurang memuaskan.
Indeks kepuasan pemangku kepentingan terhadap layanan pustakawan di SMP Negeri 3 Ngadirojo dalam kategori Amat Baik sebagaimana pada tabel 6 di bawah ini:
Tabel 7: Indeks Kepuasan Layanan Pustakawan
Kriteria Jawaban Responden
Frekwensi Jawaban
%

Sangat Memuaskan
99
39,8

Memuaskan
107
43

Total
216
90

Interpretasi
Amat Baik

Layanan laboran di laboratorium IPA
Layanan laboran di laboratorium IPA di SMP Negeri 3 sebagaimana pada Gambar 7 di bawah ini:
Gambar 7: Layanan Laboratorium IPA
Gambar 7 di atas menunjukkan respon dari 249 responden terkait layanan Laboran di Laboratorium IPA SMP Negeri 3 Ngadirojo, yaitu:
Sebanyak 29,7% (74 responden) menyatakan sangat memuaskan;
Sebanyak 44,6% (111 responden) menyatakan memuaskan;
Sebanyak 24% (61 responden) menyatakan cukup memuaskan;
Sebanyak 1,2% (3 responden) menyatakan kurang memuaskan;
Indeks kepuasan pemangku kepentingan terhadap layanan Laboratorium IPA di SMP Negeri 3 Ngadirojo dalam kategori Baik sebagaimana pada tabel 6 di bawah ini:
Tabel 8: Indeks Kepuasan Layanan Laboratorium IPA
Kriteria Jawaban Responden
Frekwensi Jawaban
%

Sangat Memuaskan
74
29,7

Memuaskan
111
44,6

Total
185
84,3

Interpretasi
Baik

Layanan Laboratorium Komputer
Layanan laboran di laboratorium komputer SMP Negeri 3 Ngadirojo sebagaimana pada gambar 8 di bawah ini:
Gambar 8: Layanan Laboratorium Komputer
Gambar 8 di atas menunjukkan respon dari 249 responden terkait layanan Laboran di Laboratorium komputer SMP Negeri 3 Ngadirojo, yaitu:
Sebanyak 30,5% (75 responden) menyatakan sangat memuaskan;
Sebanyak 45,8% (114 responden) menyatakan memuaskan;
Sebanyak 20,5% (51 responden) menyatakan cukup memuaskan;
Sebanyak 2,4% (6 responden) menyatakan kurang memuaskan;
Sebanyak 0,8% (2 responden) menyatakan tidak memuaskan.
Indeks kepuasan pemangku kepentingan terhadap layanan Laboratorium komputer di SMP Negeri 3 Ngadirojo dalam kategori Baik sebagaimana pada tabel  9 di bawah ini:
Tabel 9: Indeks kepuasan pemangku kepentingan terhadap layanan Laboratorium komputer
Kriteria Jawaban Responden
Frekwensi Jawaban
%

Sangat Memuaskan
75
30,5

Memuaskan
114
45,8

Total
189
76,3

Interpretasi
Baik


Layanan Pengembangan Literasi
Layanan pengembangan literasi di SMP Negeri 3 Ngadirojo sebagaimana pada Gambar 9 di bawah ini:
Gambar 9: Layanan Pengembangan Literasi
Gambar 9 di atas menunjukkan respon dari 249 responden terkait layanan pengembangan Literasi di SMP Negeri 3 Ngadirojo, yaitu:
Sebanyak 24,9% (62 responden) menyatakan sangat memuaskan;
Sebanyak 52,2% (130 responden) menyatakan memuaskan;
Sebanyak 27,7% (54 responden) menyatakan cukup memuaskan;
Sebanyak 1,2% (3 responden) menyatakan kurang memuaskan;
Indeks kepuasan pemangku kepentingan terhadap layanan pengembangan Literasi di SMP Negeri 3 Ngadirojo dalam kategori Baik sebagaimana pada tabel 10  di bawah ini:
Tabel 10: Indeks kepuasan pemangku kepentingan terhadap layanan pengembangan Literasi
Kriteria Jawaban Responden
Frekwensi Jawaban
%

Sangat Memuaskan
62
24,9

Memuaskan
130
52,2

Total
192
77,1

Interpretasi
Baik

Layanan pengembangan bidang keagamaan
Layanan pengembangan diri bidang keagamaan di SMP Negeri 3 Ngadirojo sebagaimana pada Gambar 10 di bawah ini:
Gambar 10: Layanan Pengembangan Diri Bidang Keagamaan
Gambar 10 di atas menunjukkan respon dari 249 responden terkait layanan pengembangan diri bidang keagamaan di SMP Negeri 3 Ngadirojo, yaitu:
Sebanyak 34,9% (87 responden) menyatakan sangat memuaskan;
Sebanyak 42,6% (106 responden) menyatakan memuaskan;
Sebanyak 20,1% (50 responden) menyatakan cukup memuaskan;
Sebanyak 1,6% (3 responden) menyatakan kurang memuaskan;
Sebanyak 1,2% (3 responden) menyatakan tidak memuaskan.
Indeks kepuasan pemangku kepentingan terhadap layanan pengembangan bidang keagamaan di SMP Negeri 3 Ngadirojo dalam kategori Baik sebagaimana pada tabel 11 di bawah ini:
Tabel 11: Indeks kepuasan pemangku kepentingan bidang keagamaan
Kriteria Jawaban Responden
Frekwensi Jawaban
%

Sangat Memuaskan
87
34,9

Memuaskan
106
42,6

Total
193
77,5

Interpretasi
Baik

Layanan pengembangan prestasi akademik
Layanan pengembangan prestasi akademik sebagaimana pada Gambar 11 di bawah ini:

Gambar 11: Layanan Pengembangan Prestasi Akademik
Gambar 11 di atas menunjukkan respon dari 249 responden terkait layanan pengembangan prestasi akademik di SMP Negeri 3 Ngadirojo, yaitu:
Sebanyak 27,7% (69 responden) menyatakan sangat memuaskan;
Sebanyak 50,2% (125 responden) menyatakan memuaskan;
Sebanyak 21,3% (53 responden) menyatakan cukup memuaskan;
Sebanyak 0,8% (2 responden) menyatakan kurang memuaskan;
Indeks kepuasan pemangku kepentingan terhadap layanan pengembangan bidang prestasi akademik di SMP Negeri 3 Ngadirojo dalam kategori Baik sebagaimana pada tabel 12 di bawah ini:
Tabel 12: Indeks kepuasan pemangku kepentingan terhadap layanan bidang prestasi akademik
Kriteria Jawaban Responden
Frekwensi Jawaban
%

Sangat Memuaskan
69
27,7

Memuaskan
125
50,2

Total
194
77,9

Interpretasi
Baik


Layanan pengembangan prestasi non akademik
Layanan pengembangan prestasi non akademik sebagaimana pada Gambar 12 di bawah ini:

Gambar 12: Layanan Pengembangan Prestasi Non Akademik
Gambar 12 di atas menunjukkan respon dari 249 responden terkait layanan pengembangan prestasi non akademik di SMP Negeri 3 Ngadirojo, yaitu:
Sebanyak 25,3% (63 responden) menyatakan sangat memuaskan;
Sebanyak 49,4% (123 responden) menyatakan memuaskan;
Sebanyak 23,3% (58 responden) menyatakan cukup memuaskan;
Sebanyak 1,6% (4 responden) menyatakan kurang memuaskan;
Indeks kepuasan pemangku kepentingan terhadap layanan pengembangan bidang prestasi non akademik di SMP Negeri 3 Ngadirojo dalam kategori Baik sebagaimana pada tabel 12 di bawah ini:
Tabel 13: Indeks kepuasan pemangku kepentingan terhadap  bidang prestasi non akademik
Kriteria Jawaban Responden
Frekwensi Jawaban
%

Sangat Memuaskan
63
25,3

Memuaskan
123
49,4

Total
186
74,7

Interpretasi
Baik


KESIMPULAN
Berdasarkan hasil studi tracer diketahui  indeks kepuasan pemangku kepentingan SMP Negeri 3 Ngadirojo pada tahun 2022 sebagai berikut:
 1. Layanan pembelajaran guru selama di dalam kelas selama ini dalam kategori Baik. 
2. Layanan para pembina ekstrakurikuler selama ini dalam kategori Baik. 
3. Layanan para staf Tata Usaha selama ini dalam kategori Baik. 
4. Layanan pustakawan di perpustakaan sekolah selama ini dalam kategori Amat Baik. 
5. Layanan laboran di laboratorium IPA selama ini dalam kategori Baik. 
6. Layanan laboran  di laboratorium komputer selama ini dalam kategori Baik. 
7. Layanan pengembangan literasi di sekolah selama ini dalam kategori Baik. 
8. Layanan pengembangan diri bidang kegamaan selama ini dalam kategori Baik. 
9. Layanan pengembangan prestasi siswa di bidang akademik selama ini dalam kategori Baik. 
10. Layanan pengembangan prestasi siswa di bidang non akademik selama ini dalam kategori Baik.

REKOMENDASI
Meskipun indeks kepuasan sudah baik, namun jika dibandingkan dengan indeks kebahagiaan hidup yang dikeluarkan oleh BPS dalam hal pendidikan dan keterampilan yang masih rendah, maka SMP Negeri 3 Ngadirojo perlu terus untuk melakukan perbaikan (sustainable improvement) mengingat harapan dan tuntutan dari pemangku kepentingan yang terus berkembang dan tinggi. Terkait hal tersebut rekomendasi atas temuan survei ini adalah:
Mempertahankan dan terus melakukan perbaikan (sustainable improvement) kinerja parameter-parameter yang telah memiliki indeks kepuasan tinggi, di atas rata-rata indeks secara umum, dan meningkat.
Memperbaiki dan meningkatkan kinerja parameter-parameter yang belum memiliki indeks kepuasan tinggi, di bawah rata-rata dan turun.

Rabu, 28 September 2022

Profil Calon Kepala Sekolah 2023, Bagaimana?

KEMENTERIAN Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud-Ristek) tidak lagi membuka kegiatan pendidikan dan pelatihan (Diklat) calon kepala sekolah (kepsek) mulai tahun 2022. Pasalnya, perekrutan kepsek tidak lagi melalui Diklat tetapi harus bersertifikat Guru Penggerak.

Berdasarkan Permendikbud-Ristek 40/21, Guru Penggerak merupakan prasyarat dan pola rekruitmen kepsek. Artinya, para guru yang mengikuti pendidikan selama 9 bulan ini dipersiapkan untuk menjadi pemimpin-pemimpin sekolah.

Bekal yang mereka peroleh akan meningkatkan kemampuan mereka. Sehingga, dengan SDM pemimpin sekolah yang unggul maka akan mendorong kualitas pendidikan sesua visi Merdeka Belajar.

Mulai tahun 2022 Diklat calon kepala sekolah ini sudah ditiadakan. Sehingga semuanya untuk penyiapan calon-calon kepala sekolah ini akan dipenuhi dari pendidikan calon Guru Penggerak. 

Guru Penggerak ini adalah guru yang kita didik selama 9 bulan untuk memahami visi Meredeka Belajar, melaksanakan pembelajaran yang berpihak pada murid dan menjadi pemimpin-pemimpin pembelajaran. 

Meski demikian, untuk tahun 2022 ini rekrutmen kepsek masih mengakomodasi guru bersertifikat Diklat calon kepsek sebelumnya. Namun, lebih dari 100 alumni Guru Penggerak sudah menjadi kepsek dan angka tersebut akan terus bertambah.

 Aturan baru memang memberi tugas kepada Guru Penggerak untuk mengemban tugas kepsek. Ke depannya, mereka akan mengeluarkan regulasi yang menjadi landasan hukum bagi Guru Penggerak untuk menjadi pengawas sekolah.

Pendaftaran dan sekaligus seleksi tahap pertama calon Kepala Sekolah Penggerak Angkatan 3 tahun 2022 telah dibuka sejak 27 Januari dan ditutup pada 28 Februari 2022.

 Pada seleksi tahap pertama itu, dilakukan seleksi terhadap dokumen registrasi, pengisian biodata atau curiculum vitae (CV), pengisian essay dan unggahan dokumen. Pengumuan hasil seleksi Tahap 1 telah dilakukan pada 4 April 2022.

Kepala sekolah yang lolos seleksi tahap !  mengikuti  proses seleksi tahap dua yang berlangsung tanggal 9 April hingga 11 Juni 2022. Pada seleksi tahap dua ini, calon Kepala Sekolah Penggerak  mengikuti tes Simulasi Mengajar dan Wawancara. Proses ini semua dilakukan secara daring, dan tatap muka langsung.

Tahapan berikutnya, pada  20 Juni hingga 4 Juli 2022   dilaksanakan Verifikasi dan Validasi Data serta penilaian seleksi tahap 2. Setelah itu, pada tanggal 7 Juli hingga 14 Juli 2022  dilakukan Rapat Pleno Kelulusan bagi calon kepala sekolah penggerak yang telah mengikuti seleksi.

Sekedar informasi, Pada 2020 - 2021, Sekolah Penggerak menyasar 2.500 sekolah di 34 Provinsi dan 111 Kabupaten/ Kota. Program Sekolah Penggerak terbuka untuk semua sekolah, baik negeri maupun swasta di 34 provinsi. 

Namun, skemanya dilakukan bertahap dengan kuota awal 2.500 sekolah di 111 kabupaten/kota (2021-2022), lalu diduplikasi menjadi 10.000 sekolah di 250 kabupaten/kota (2022-2023), meningkat lagi menjadi 20.000 sekolah di 514 kabupaten/kota, dan 40.000 sekolah di 514 kabupaten/kota, dan seterusnya sampai mencakup seluruh sekolah di Indonesia.

Kemendikbudristek hanya akan memilih Kepala sekolah yang memiliki minat dan kemauan tinggi untuk bertransformasi.
Harapannya,  Kemendikbud bisa mengukur seberapa jauh sekolah bisa berkembang dari posisi awal. Sementara itu, tujuan sekolah penggerak ialah untuk melahirkan siswa dengan profil Pelajar Pancasila.

Sistem pendidikan kita akan berujung pada profil pelajar Pancasila. Pelajar Pancasila yang bernalar kritis, kreatif, mandiri, beriman, bertakwa kepada Tuhan YME, dan berakhlak mulia, bergotong-royong dan berkebhinekaan global. 

Sumber: https://m.mediaindonesia.com/humaniora/465930/mulai-2022-diklat-calon-kepsek-ditiadakan-rekrutmen-kepsek-harus-bersertifikat-guru-penggerak
https://puslapdik.kemdikbud.go.id/artikel/pendaftaran-calon-kepala-sekolah-penggerak-tahun-2023-telah-dibuka

Senin, 26 September 2022

Mengerjakan SISPENA 2020, Bagaimana?

Mengerjakan sispena di link: 
https://bansm.kemdikbud.go.id/sispena2020
Yang harus dikerjakan :
1. Menu IPM:
- Klik tombol tarik data
- lembaga yg masih belum keluar / belum lengkap datanya di menu IPM :
  > IJOP : silahkan unggah ijin operasional / sk pendirian di *vervalsp*, tunggu statusnya disetujui baru klik ulang tombol tarik data di IPM
  > selain IJOP : silahkan update data dapodik/emis, kemudian sinkronkan ulang
- setelah disinkronkan, data akan masuk ke PUSDATIN (pusat data dan informasi) Kemdikbud
-  sispena tidak menarik data langsung dr dapodik/emis, tapi data ditarik dari PUSDATIN, jd tunggu PUSDATIN update dulu baru bs masuk ke sispena
2. menu IPR:
- klik tombol hitung IPR, nanti akan muncul tombol perbaiki IPR dibawahnya
- klik tombol perbaiki IPR
- isi kolom "data perbaikan sekolah"
- klik tombol hitung IPR Perbaikan
3. Menu DIA :
- klik nomor butir di sebelah kiri
- pilih level jawaban, lalu klik simpan
- nanti nomor butir akan berubah warna jd hijau, klo blm berubah warna  klik tombol reload/refresh di browser
- unggah dokumen dgn ukuran file dibawah 2 Mb dan PDF
- setelah disimpan, tulisan pada tombol akan berubah menjadi "Sudah Unggah" dan berwarna hijau
- jika yg muncul tulisan "berhasil unggah" itu berarti belum sukses unggah dokumen, umumnya karena ukuran dokumen 2 mb keatas, silahkan diulang lagi
- jika trnyata file diatas 2 Mb bs diunggah ke google drive dulu, nanti link nya diketik di microsoft word, lalu di PDF kan. Nanti file PDF yg berisi link tersebut yg diunggah
- jika ada dokumen yg ingin diperbaiki, tinggal ditimpa saja dokumennya dgn yg terbaru
- jika semua nomor butir sudah berwarna hijau, akan muncul tombol hitung sementara, klik utk nilai menurut sekolah/madrasah (bukan nilai hasil visitasi)
- jika sudah sesuai, centang kotak yg tersedia dan klik tombol simpan selesai
- setelah simpan selesai, hasil masih bisa diedit SELAMA belum dilakukan asesmen oleh asesor
4. Menu Dokumen unggahan
- Jika semua dokumen yg diunggah lewat menu DIA sudah sukses, cari unggah dokumen yg masih berwarna kuning
- silahkan dilengkapi dokumen yg belum diunggah
- setelah disimpan, tulisan pada tombol akan berubah menjadi "Sudah Unggah" dan berwarna hijau
- jika yg muncul tulisan "berhasil unggah" itu berarti belum sukses unggah dokumen, umumnya karena ukuran dokumen 2 mb keatas, silahkan diulang lagi
- jika ada dokumen yg ingin diperbaiki, tinggal ditimpa saja dokumennya dgn yg terbaru
5. Menu kartu kendali
- menu ini utk memonitor kinerja asesor saat visitasi
- diisi setelah dilakukan visitasi oleh asesor

Kamis, 22 September 2022

36 Butir Dokumen Akreditasi 2022, Apa Saja?

Mutu Lulusan
Butir 1: Siswa menunjukkan perilaku disiplin dalam berbagai situasi. 
  • Tata tertib dan penegakannya yang mencakup hak, kewajiban, penghargaan, dan sanksi (antara lain sistem poin). Unggah 
  • Buku piket yang berisi keterlambatan siswa dan ketidakhadiran siswa di sekolah/madrasah. 
  • Catatan guru/wali kelas dan tenaga kependidikan yang memuat kedisiplinan waktu siswa. 
  • Jurnal kelas yang mencantumkan data ketidakhadiran siswa di kelas dan data mata pelajaran yang diikuti siswa. 
Butir 2: Siswa menunjukkan perilaku religius dengan pengamalannya dalam aktivitas di sekolah/madrasah. 
  • Catatan guru yang mencakup partisipasi siswa dan jenis kegiatan ibadah sesuai ajaran agama/kepercayaan yang dianut & Catatan guru tentang sikap toleran dan kerukunan hidup antarpemeluk agama/kepercayaan. 
  • Laporan kegiatan pembiasaan perilaku religius siswa yang mencakup agenda/jadwal dan jenis kegiatan & Laporan kegiatan peringatan hari besar keagamaan yang mencakup jenis kegiatan dan partisipasi siswa. Unggah 
Butir 3: Siswa menunjukkan perilaku kerja keras, tangguh, dan bertanggung jawab dalam aktivitas di sekolah/madrasah. 
  • Portofolio tugas dalam pembelajaran yang mencakup materi dan nilai yang diperoleh siswa. 
  • Laporan pelaksanaan kegiatan ekstra kurikuler yang mencakup jenis kegiatan, partisipasi siswa, dan dokumentasi kegiatan. 
Butir 4: Siswa terbebas dari perundungan (bully) di sekolah/madrasah. 
  • Catatan guru/wali kelas yang mencakup jenis perundungan yang terjadi, bentuk pembinaan yang diberikan, dan jenis sanksi yang diberikan. 
  • Laporan kegiatan pencegahan perundungan yang mencakup agenda, panduan, dan partisipasi siswa. 
  • Media afirmasi dalam bentuk poster/banner/spanduk/leaflet. 
Butir 5: Siswa menunjukkan keterampilan berkomunikasi sesuai karakteristik keterampilan abad ke-21. 
  • Portofolio/tugas yang mencakup tugas melalui media daring, media luring, dan Nilai yang diperoleh siswa. 
  • Laporan hasil karya dan prestasi terkait keterampilan berkomunikasi yang efektif secara lisan. Unggah 
  • Laporan hasil karya dan prestasi terkait keterampilan berkomunikasi yang efektif secara tertulis. Unggah 
Butir 6: Siswa menunjukkan keterampilan berkolaborasi sesuai karakteristik keterampilan abad ke-21. 
  • Catatan penilaian sikap kolaborasi/kerja sama. 
  • Laporan kegiatan yang berisi partisipasi kolaborasi siswa dalam kegiatan ekstrakurikuler. Unggah 
  • Laporan kegiatan yang berisi partisipasi kolaborasi siswa dalam kegiatan OSIS. Unggah 
  • Laporan kegiatan bersama di luar sekolah/madrasah yang mencakup jumlah dan jenis kegiatan serta data keterlibatan siswa. Unggah 
Butir 7: Siswa menunjukkan keterampilan berpikir kritis dan pemecahan masalah sesuai karakteristik abad ke-21. 
  • Portofolio/tugas dalam proses pembelajaran dan nilai yang diperoleh siswa. 
  • Hasil karya dan prestasi siswa yang menunjukkan keterampilan berpikir kritis dan pemecahan masalah secara lisan maupun tulisan. Unggah 
Butir 8: Siswa menunjukkan keterampilan kreativitas dan inovasi sesuai karakteristik keterampilan abad ke-21. 
  • Portofolio tugas pembelajaran yang mencakup materi tentang pengembangan kreativitas dan inovasi, serta nilai yang diperoleh siswa. 
  • Laporan pelaksanaan kegiatan terkait keterampilan kreatif dan inovatif yang mencakup jenis kegiatan, data partisipasi siswa, data karya dan prestasi, dan dokumentasi kegiatan (Laporan prestasi siswa). Unggah 
  • Laporan pelaksanaan kegiatan terkait keterampilan kreatif dan inovatif yang mencakup jenis kegiatan, data partisipasi siswa, data karya dan prestasi, dan dokumentasi kegiatan (Bukti keikutsertaan dalam kegiatan lomba yang terkait dengan minat dan bakat). Unggah 
Butir 9: Siswa menunjukkan kemampuan mengekspresikan diri dan berkreasi dalam kegiatan pengembangan minat dan bakat. 
  • Laporan daring/luring tentang partisipasi siswa dalam kegiatan lomba yang terkait dengan pengembangan minat dan bakat, serta tautan media sosial. (Bukti keikutsertaan dalam kegiatan lomba yang terkait dengan minat dan bakat). Unggah 
  • Laporan daring/luring tentang prestasi/penghargaan dalam kegiatan pengembangan minat dan bakat, serta tautan media sosial. (Laporan prestasi siswa). Unggah 
Butir 10: Siswa menunjukkan peningkatan prestasi belajar. 
  • Data nilai ujian sekolah/madrasah dalam 3 (tiga) tahun terakhir. Unggah 
  • Leger nilai kelas akhir dalam 3 (tiga) tahun terakhir. 
Butir 11: Pemangku kepentingan (stakeholders) puas terhadap mutu lulusan sekolah/madrasah. 
  • Laporan hasil tracer study tentang kepuasan pemangku kepentingan. Unggah 
Proses Pembelajaran
Butir 12: Proses pembelajaran berlangsung secara aktif dengan melibatkan seluruh siswa dan mengembangkan keterampilan berpikir tingkat tinggi sehingga terjadi proses pembelajaran yang efektif sesuai dengan tujuan pembelajaran pada satuan Pendidikan. 
  • Rencana Pembelajaran Pembelajaran (RPP) (Telaah RPP dilakukan ketika asesor melakukan observasi). Unggah 
  • Lembar Praktikum/Lembar Praktik/Lembar Kerja Siswa. 
Butir 13: Penilaian proses dan hasil belajar digunakan sebagai dasar untuk perbaikan dan dilaksanakan secara sistemis. 
  • Rencana pembelajaran (RPP). Unggah 
  • Kisi-kisi soal dan instrumen penilaian (formatif dan sumatif). Unggah 
  • Hasil penilaian (formatif dan sumatif). 
Butir 14: Program remedial dan/atau pengayaan diberikan kepada siswa yang memerlukan. 
  • Catatan/Daftar Penilaian dan Hasil Analisis Pencapaian Kompetensi. Unggah 
  • Dokumen Program Pelaksanaan Remedial/ Pengayaan. Unggah 
Butir 15: Siswa berpartisipasi aktif dalam belajar dan suasana pembelajaran di kelas menyenangkan 

Butir 16: Guru melakukan pembiasaan literasi membaca dan menulis. 
  • Dokumen program sekolah/madrasah yang terkait dengan pelaksanaan literasi membaca dan menulis. 
  • Dokumen publikasi dan lomba karya Literasi siswa. 
Butir 17: Guru menciptakan suasana belajar yang memperhatikan keamanan, kenyamanan, kebersihan, dan memudahkan siswa untuk belajar. 

Butir 18: Sarana dan prasarana yang tersedia di sekolah/madrasah dimanfaatkan dengan optimal dalam proses pembelajaran. 
  • Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Cermati tentang penggunaan sarana dan prasarana sebagai media dan sumber belajar]. Unggah 
  • Daftar Inventaris Media/Sumber belajar. Unggah
Mutu Guru 
Butir 19: Guru menyusun perencanaan pembelajaran aktif, kreatif, dan inovatif dengan mengoptimalkan lingkungan dan memanfaatkan TIK atau cara lain yang sesuai dengan konteksnya. 
  • Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Cermati tentang penggunaan sarana dan prasarana sebagai media dan sumber belajar]. Unggah 
Butir 20: Guru melakukan evaluasi diri, refleksi dan pengembangan kompetensi untuk perbaikan kinerja secara berkala. 
  • Laporan kegiatan guru dalam evaluasi dan refleksi diri berdasarkan hasil penilaian siswa, teman sejawat, kepala sekolah/madrasah, dan hasil rekaman audio/video/CCTV. (Laporan evaluasi dan refleksi diri (sampel laporan evaluasi diri dari 3 orang guru dengan mapel berbeda). Unggah 
  • Laporan kegiatan guru dalam evaluasi dan refleksi diri berdasarkan hasil penilaian siswa, teman sejawat, kepala sekolah/madrasah, dan hasil rekaman audio/video/CCTV. (Laporan umpan balik dari siswa (3 orang guru dengan mapel berbeda). Unggah 
  • Laporan kegiatan guru dalam evaluasi dan refleksi diri berdasarkan hasil penilaian siswa, teman sejawat, kepala sekolah/madrasah, dan hasil rekaman audio/video/CCTV. (Laporan umpan balik dari teman sejawat (3 orang guru dengan mapel berbeda). Unggah 
  • Dokumen kegiatan diseminasi hasil evaluasi dan refleksi guru kepada teman sejawat yang difasilitasi oleh sekolah (seperti: daftar hadir, notulen, foto, atau video). Unggah 
Butir 21: Guru melakukan pengembangan profesi berkelanjutan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan wawasan. 
  • Dokumen kegiatan pengembangan profesi guru (Laporan kegiatan pengembangan profesi guru: undangan, surat tugas, daftar hadir, materi paparan, foto kegiatan, laporan kegiatan). Unggah 
  • Dokumen kegiatan sharing/desiminasi hasil pengembangan profesi guru (Dokumen kegiatan diseminasi hasil pengembangan profesi guru: makalah, video, buku, karya ilmiah, jurnal, paparan (PPT), artikel, panduan). Unggah 
Butir 22: Guru mengembangkan strategi, model, metode, teknik, dan media pembelajaran yang kreatif dan inovatif. 
  • Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Unggah
Managemen Sekolah 
Butir 23: Sekolah/madrasah mengembangkan, menyosialisasikan, mengimplementasikan, dan mengevaluasi visi, misi, dan tujuan sekolah/madrasah. 
  • Dokumen rapat penyusunan RKS/RKAS/RAPBS/ Pengembangan sekolah/madrasah. Unggah 
  • Rencana Kerja Sekolah/Madrasah (RKS/M) 2 (dua) periode. Unggah 
  • Dokumen sosialisasi visi dan misi. Unggah 
  • Laporan kegiatan pelaksanaan program. Unggah 
  • Dokumen hasil evaluasi tahunan pencapaian visi, misi, tujuan, dan rencana sekolah. Unggah 
  • Dokumen rekomendasi dari hasil evaluasi (notulen rapat). Unggah 
  • Dokumen visi misi versi sebelumnya dan versi setelah perbaikan berdasarkan rekomendasi. Unggah 
Butir 24: Kepala sekolah/madrasah menunjukkan kompetensi supervisi akademik untuk membantu guru mewujudkan pembelajaran yang bermutu. Program/rencana pelaksanaan supervisi dan SK penugasan supervisor. Tertuang dalam: 
  • Dokumen Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS) (1 tahun). Unggah 
  • Dokumen Rencana Kerja Sekolah (RKS) 4 tahun. Unggah 
  • Dokumen hasil supervisi 3 (tiga) tahun terakhir. Unggah 
  • Dokumen dalam bentuk jadwal pelaksanaan supervisi sekurang-kurangnya 3 (tiga) terakhir. Unggah 
Butir 25: Kepala sekolah/madrasah secara konsisten, partisipatif, kolaboratif, transformatif, dan efektif memimpin guru, tenaga kependidikan, dan siswa untuk mengembangkan ide-ide kreatif dan inovatif dalam usaha pengembangan kegiatan/program sekolah/madrasah untuk mencapai visi, misi, dan tujuan yang telah ditetapkan. 
  • Dokumen RKS/RKAS 2 (dua) periode. Unggah 
  • Dokumen rapat penyusunan RKS/RKAS. Unggah 
  • Laporan kegiatan pelaksanaan program (Laporan kegiatan pelaksanaan program yang melibatkan warga sekolah dan pemangku kepentingan, bisa berupa: video dan/atau foto). Unggah 
  • Laporan kegiatan pelaksanaan program (Laporan kegiatan pelaksanaan program kreatif dan inovatif berupa: video dan/atau foto hasil karya guru/siswa, karya ilmiah). Unggah 
Butir 26: Sekolah/madrasah membangun komunikasi dan interaksi antara warga sekolah/madrasah (siswa, guru, kepala sekolah/madrasah, tenaga kependidikan), orang tua, dan masyarakat untuk mewujudkan keharmonisan internal dan eksternal sekolah/madrasah. 
  • Dokumen kerja sama sekolah/madrasah dengan orang tua siswa dengan masyarakat sekitar (dokumen rapat, foto, atau video). Unggah 
Butir 27: Sekolah/madrasah melakukan pembiasaan; aman, tertib, bersih, dan nyaman untuk menciptakan lingkungan sekolah/madrasah yang kondusif. 
  • Dokumen pelaksanaan kegiatan kebersihan sekolah/madrasah, misalnya dokumen pembagian tugas di bidang kebersihan, jadwal kebersihan, dan dokumentasi kegiatan. Unggah 
Butir 28: Sekolah/madrasah melibatkan orang tua siswa dan masyarakat dari berbagai kalangan dalam perencanaan, pelaksanaan program, dan kegiatan sekolah/madrasah. 
  • Dokumen rapat penyusunan RKS/RKAS/RAPBS/Pengembangan sekolah/madrasah. Unggah 
  • Laporan kegiatan penyusunan perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan program sekolah/madrasah. Unggah 
Butir 29: Sekolah/madrasah mengembangkan, mengimplementasikan dan mengevaluasi pelaksanaan kurikulum secara sistematis, kreatif, inovatif, dan efektif. 
  • Notula raker/pertemuan penyusunan kurikulum sekolah/madrasah. Unggah 
  • Program/panduan pembelajaran sekolah/madrasah. Unggah 
  • Dokumen raker/rapat evaluasi yang berisi rekomendasi perbaikan hasil evaluasi. Unggah 
  • Renstra atau rencana pengembangan kurikulum. Unggah 
  • Buku leger atau rekap nilai. Unggah 
Butir 30: Sekolah/madrasah menerapkan pengelolaan guru dan tenaga kependidikan secara efektif, efisien, dan akuntabel pada kegiatan rekrutmen, seleksi, penugasan, pengembangan kompetensi, penilaian kinerja, kompensasi, dan penghargaan/sanksi. 
  • Panduan atau SOP pelaksanaan tugas guru/tenaga kependidikan. Unggah 
Dokumen penugasan guru/tenaga kependidikan. Unggah Dokumen penilaian kinerja. Meliputi: 
  • Dokumen penilaian kinerja guru berupa format penilaian kinerja. Unggah • Hasil penilaian kinerja guru. Unggah 
  • Dokumen penilaian kinerja tenaga kependidikan berupa format penilaian kinerja. Unggah 
  • Hasil penilaian kinerja tenaga kependidikan. Unggah 
  • Panduan atau SOP pelaksanaan tugas guru/tenaga kependidikan. Unggah 
  • Bukti penghargaan/sanksi. Unggah 
Butir 31: Sekolah/madrasah melaksanakan pengelolaan sarana dan prasarana dengan baik untuk mendukung proses pembelajaran yang berkualitas. 
  • Panduan/ SOP Pengelolaan sarpras. Unggah 
Butir 32: Sekolah/madrasah mengelola anggaran pendapatan dan belanja secara transparan dan akuntabel sesuai perencanaan. 
  • RAPBS. Unggah 
  • Dokumen rapat penyusunan RKS/RKAS/RAPBS/Pengembangan Sekolah/ Madrasah. Unggah 
  • Laporan kegiatan pelaksanaan dan pengawasan program sekolah/ madrasah. Unggah 
  • Dokumen Audit Pelaksanaan Anggaran/RAPBS. Unggah 
Butir 33: Sekolah/madrasah menyelenggarakan pembinaan kegiatan kesiswaan untuk mengembangkan minat dan bakat siswa. 
  • Dokumen program/kegiatan ekstrakurikuler. Unggah 
  • Surat tugas pembina dan tim lomba/kompetisi. Unggah 
  • Bukti prestasi (Piagam dan/atau Piala). Unggah 
Butir 34: Sekolah/madrasah memberikan layanan bimbingan dan konseling siswa dalam bidang pribadi, sosial, akademik, pendidikan lanjut, dan karier untuk mendukung pencapaian dan pengembangan prestasi. 
  • Dokumen program layanan BK dalam bidang: pengembangan pribadi, sosial, akademik, dan pendidikan lanjut/karir. Unggah 
  • Dokumen laporan layanan BK bidang: pengembangan pribadi, sosial, akademik, dan pendidikan lanjut/karir. Unggah 
Butir 35: Sekolah/madrasah melaksanakan Penjaminan Mutu Internal Sekolah/Madrasah setiap tahun terkait pencapaian standar nasional pendidikan, yang meliputi kegiatan: pelaksanaan evaluasi diri sekolah/madrasah (EDS/M), penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran Sekolah/Madrasah (RKA-S/M) yang merujuk pada rapor mutu. 
  • Dokumen evaluasi diri sekolah/madrasah. 
  • Dokumen RKA-S/M dan dokumen EDS/M. 
Mutu Guru 
Butir 36: Guru mengembangkan perangkat pembelajaran tematik terpadu. 
  • Dokumen RPP tematik terpadu. Unggah
Demikian Bukti Fisik Dokumen Akreditasi Tahun 2022, ada beberapa dokumen yang harus diunggah dan ada beberapa dokumen yang dilihat oleh asesor saat visitasi.

Semoga informasi ini mempermudah bapak/ibu guru dalam menyiapkan dokumen akreditasi. Salam berbagi!