Sabtu, 15 Januari 2022

Lampiran PTK, Apa saja?

LAMPIRAN PTK
 Lampiran dokumen kegiatan penelitian tindakan kelas (PTK), apa saja? Bukti fisik pendukung kegiatan penelitian atau lampiran laporan penelitian menjadikan hasil laporan PTK menjadi lengkap, dan komprehensif. Maka, dokumentasi kegiatan penelitian di tiap pertemuan pembelajaran atau tiap siklusnya (di setiap tahapan),  seyogyanya diinventarisasi serta dilampirkan dalam laporan.

Lampiran PTK, meliputi: 
1. Biodata peneliti maupun observer.
2. Jadwal Penelitian (hari, tanggal, jam tiap pertemuan di tiap siklusnya);
3. RPP dan skenario PBM
4. instrumen penelitian yang digunakan;
 5. Contoh isian instrumen; termasuk hasil kerja siswa, responden, maupun peneliti dan observer.
6. foto disertai narasinya tentang kegiatan guru, siswa dan observer; 
7. surat izin penelitian.

Kelengkapan lampiran PTK menjadikan otentik atau keaslian laporan terjaga. Oleh karena itu, aktifitas kegiatan penelitian harus didokumentasikan, terkait rencana pembelajaran (RPP); Surat pernyataan Keaslian dari Kepala Sekolah; Surat Pernyataan guru mitra selaku observer;  Contoh hasil kerja observer, Contoh hasil kerja guru seperti hasil koreksi guru, analisis hasil  belajar, dan jurnal pembelajaran (catatan lapangan); Contoh hasil kerja siswa (sekitar 10 anak ) selama proses hingga akhir pembelajaran; Lembar instrumen penelitian maupun contoh isiannya;    surat ijin penelitian,  foto-foto kegiatan, daftar hadir siswa, guru, dan observer untuk setiap pertemuan,  surat pernyataan dari kepala sekolah mengenai keaslian naskah.

Dokumen seminar sebagai bentuk publikasi di kalangan guru, meliputi: Surat undangan peserta seminar, berita acara, notulen, daftar hadir, kepanitiaan, makalah, bahan presentasi, surat keterangan dari KS dan Panitia seminar, foto kegiatan seminar, dan dokumen penelitian lainnya yang menunjang kelengkapan kegiatan seminar maupun keaslian laporan PTK. 

Selasa, 11 Januari 2022

Hakekat pendidikan, Apa?

Ada 3 tugas guru terkait tupoksi, yaitu mendidik, mengajar, dan melatih anak didik. Kompetensi guru ini perlu di upgrade seiring dinamika jaman.

 Lebih jauh, iklim lingkungan belajar anak didik menjadi variabel yang perlu dipertimbangkan oleh guru. Iklim lingkungan yang berbeda dan keunikan potret anak didik menjadi tantangan bagi guru untuk memilih model dan gaya pembelajaran. 

Bagaimanakah cara mendidik anak-anak kita? 
Ada adagium "satu model keteladanan lebih mengena daripada ribuan motto yang terpampang di tiap sudut ruang"

Maka, keteladanan di kalangan pendidik menjadi penting daripada ribuan instruksi yang bersifat indoktrinasi dan formalistik belaka. 

Mendidik, sesungguhnya lebih dekat dengan merangkul dan bukan memukul, yaitu tindakan persuasif yang tepat papan dan waktunya, termasuk diksi, irama, dan cara mendekati anak didik kita. 

Bagaimanakah mengajar anak didik kita? 
Di tengah perkembangan tehnologi informasi dan komunikasi yang pesat dewasa ini, model pembelajaran guru perlu di upgrade, khususnya dalam pemanfaatan konten pembelajaran dan penggunaan tehnologi pembelajaran. 

Tak bisa dipungkiri, anak didik kita memasuki era generasi milenial dimana mereka tak sulit untuk memanfaatkan produk tehnologi hari ini. 

Di sinilah pentingnya penguasaan tehnologi informasi dan komunikasi di kalangan guru hingga layanan pembelajaran menjadi bermakna bagi kehidupan dan masa depan anak didik kita. 

Bagaimanakah melatih anak didik kita? 
Ekskul di sekolah, tentunya perlu dihidupkan untuk mendongkrak skill anak didik kita. Di sinilah perlunya _pelatih_ yang mumpuni. Pelatih atau pembina ini bisa disiapkan dari dalam maupun luar sekolah. 

Peningkatan skill anak didik terkait Mapel apapun sudah barang tentu membutuhkan peralatan yang memadai. 

Maka, perencanaan anggaran sekolah membutuhkan input data atau rencana kebutuhan terkait pelaksanaan program dan kebutuhan di sekolah. 

Allahu A'lam

Senin, 10 Januari 2022

Resume, salah satu bentuk tugas siswa?

 Membuat resume atas topik bahasan yang akan dibahas, untuk apa? Tentunya, tugas siswa ini akan menguatkan minat baca dan pemahaman siswa. 

Namun, jenis tugas siswa ini seyogyanya dilakukan siswa di rumah. Selanjutnya, ditindaklanjuti melalui presentasi di kelas secara individual, kelompok, maupun ke arah diskusi kelas. 

Di sinilah pentingnya tanya jawab guru dan siswa, juga siswa dengan siswa melalui interaksi secara langsung dan intensif sehingga terjadi proses diskusi atas topik bahasan yang diajarkan guru. 

Resume atas tiap unit pelajaran ini pun sesungguhnya menjadi bahan yang menarik untuk menyusun Diktat pelajaran, Modul, maupun Buku Teks sebagai referensi penunjang bagi guru dalam pembelajaran. 

Why not? 

Allahu A'lam

Lembar Tugas Siswa, Bagaimana?

 Sistematika lembar tugas siswa, minimal ada tiga bagian :

1. Kop Sekolah

2. Identitas (Mapel, Kelas, KD, Unit) 

3. Soal




Dalam hal ini, konten dan jenis soal, seyogyanya variatif, termasuk dari sisi tingkat kesulitannya. Dengan demikian, tampilan soal menjadi menarik. 

Kumpulan lembar tugas siswa, bisa menjadi embrio Bank Soal. Ini menjadi referensi penting untuk penyusunan Diktat Pelajaran, Modul, bahkan Buku Pelajaran. 

Oleh karena itu, dokumen lembar tugas siswa seyogyanya terkumpul di map khusus di tiap unit-nya. Kelak, secara sederhana sekalipun, guru minimal bisa menerbitkan Buku "Bank Soal beserta penyelesaiannya"

Selasa, 04 Januari 2022

Langkah-Langkah berbagi RPP baru di Portal Guru Berbagi, Bagaimana?

 Berikut adalah langkah-langkah untuk membagikan RPP baru yang kita buat (https://bantuan.simpkb.id/books/panduan-untuk-guru-dan-relawan-guru-berbagi/ch02/2-2-berbagi-rpp-baru.html) :

  1. Akses laman portal Guru Berbagi di https://guruberbagi.kemdikbud.go.id/ dan Pilih / klik tombol Masuk untuk masuk ke SIM Guru Berbagi

  2. Masukkan surel dan kata sandi Anda lalu klik tombol MASUK

    Catatan : Jika Anda telah memiliki akun SIMPKB maka Anda dapat menggunakan akun Anda tersebut untuk masuk ke layanan program Guru Berbagi. Akun SIMPKB berupa No.UKG@guruku.id. Contoh : 8000014xxx@guruku.id

  3. Setelah berhasil masuk ke dalam SIM, silakan klik pada menu RPP Saya

  4. Kemudian, inputkan nomor seluler Anda terlebih dahulu dengan klik tombol TAMBAHKAN NOMOR SELULER. Hal ini penting karena sifatnya bisa saja untuk keperluan penyebaran informasi terkait ke nomor ponsel Anda

  5. Selanjutnya kembali ke menu RPP Saya dan klik tombol “+ TAMBAH RPP” yang berwarna kuning pada pojok kanan atas

  6. Silakan Anda baca terlebih dahulu untuk informasi ketentuan dalam mengunggah konten RPP dan jika sudah klik pada kotak pernyataan serta klik tombol SAYA PAHAM DAN SETUJU

  7. Klik ikon kamera untuk mengunggah gambar/ilustrasi terkait RPP yang Anda buat

  8. Pilih gambar/ilustrasi yang ingin Anda gunakan (ukuran maksimum 1 MB)

  9. Sesuaikan ukuran gambar/ilustrasi dan klik Simpan

  10. Selanjutnya gulir ke bagian bawah dan klik pada kolom Judul RPP (maksimal 50 karakter) dan masukan judul RPP serta pilih jenis RPP yang Anda buat

  11. Klik pada kolom deskripsi dan mulailah menuliskan deskripsi tentang RPP Anda dengan ketentuan antara 200 sampai 500 karakter

  12. Klik dan pilih jenjang, tingkat/kelas, dan mata pelajaran sesuai RPP Anda

  13. Gulir kembali ke bawah kemudian masukan tag dan klik lampirkan berkas untuk melampirkan RPP Anda

  14. Pilih berkas dari penyimpanan lokal Anda untuk diunggah (maksimal 10 MB)

  15. Terakhir silakan klik tombol simpan

  16. RPP baru telah berhasil dibuat dan muncul pada daftar RPP dengan status Terbit

Jumat, 31 Desember 2021

Berbagi RPP Di Portal Guru Berbagi, Bagaimana?

 

Berbagi RPP Di Portal Guru Berbagi, Bagaimana?

(https://gurubelajardanberbagi.kemdikbud.go.id/)

 

Format dan isi Rencana Pembelajaran

1.   Moda pembelajaran dalam RPP bisa menggunakan pembelajaran daring, luring, atau kombinasi.

2.   Guru-guru diberikan kebebasan untuk menentukan format rencana pembelajaran.

3.   Hal-hal yang perlu disertakan dalam file yang akan diunggah:

o  Kompetensi Inti

o  Kompetensi Dasar

o  Tujuan Pembelajaran

o  Indikator Hasil Pembelajaran

o  Materi Pembelajaran

o  Metode/Strategi /Aktifitas pembelajaran

o  Penilaian

4.   Disarankan ada aktifitas yang kontekstual dengan kondisi rumah, sekolah, dan lingkungan sekitar.

5.   Disarankan ada 1-3 asesmen formatif selama proses pembelajaran.

6.   Proses komunikasi dua arah.

7.   Mencantumkan asal sumber belajar.

8.   RPP tidak ada proses kurasi

9.   Pengguna mengakses laman ayoguruberbagi.kemdikbud.go.id

10.                  Pada pojok kanan atas laman, klik Masuk

11.                  Pengguna masuk menggunakan akun Ayo Guru Berbagi yang telah teraktivasi

12.                  Pada beranda halaman, klik  Kelola RPP atau  RPP Saya

13.                  Klik  Tambah RPP untuk mulai berbagi RPP

14.                  Pengguna telah masuk ke ruang RPP, klik  untuk mengunggah Gambar/Ilustrasi

15.                  Pengguna mengisi Judul, Jenis, dan Deskripsi RPP

16.                  Pengguna memilih Jenjang, Tingkat/Kelas, dan Mata Pelajaran yang relevan

17.                  Pengguna memilih/menambah Tag/Kata Kunci RPP

18.                  Pengguna mengunggah dokumen RPP pada Lampiran Berkas (PDF)

19.                  Pengguna mencentang  pernyataan pada laman

20.                  Klik SIMPAN untuk menyelesaikan berbagi RPP

21.                  File dibuat dalam bentuk PDF.

22.                  Nama file Rencana Pembelajaran_judul_kelas.

23.                  Ukuran file maksimal 2MB.

24.                  Hal-hal yang perlu disertakan dalam file yang akan diunggah:

o  Nama pembuat Rencana Pembelajaran.

o  Nama Sekolah/Instansi pembuat Rencana Pembelajaran.

o  Surel pembuat Rencana Pembelajaran.

o  Rencana Pembelajaran untuk jenjang apa dan kelas berapa.

o  Topik/Tema Pembelajaran.


Kamis, 18 November 2021

Strategi Membaca

Tujuan utama pembelajaran literasi membaca adalah agar peserta didik mampu memperoleh pemahaman yang mendalam dari informasi yang didapatkan. Pembelajaran literasi membaca ditekankan pada aktivitas peserta didik, agar peserta didik mampu:

  1. Menganalisis isi teks baik secara eksplisit maupun implisit
  2. Menggambarkan inferensi analitis atas teks
  3. Mengkritisi teks melalui penggunaan logika berpikir yang benar, serta ditunjang oleh fakta-fakta yang lengkap baik dari dalam teks maupun luar teks.
  4. Memproduksi secara kreatif pemahamannya melalui berbagai media representasional yang bersifat multimoda, multi genre, multimedia, dan multibudaya

Untuk mencapai tujuan pembelajaran literasi membaca, proses pembelajaran setidaknya harus melewati tiga tahapan kegiatan (Abidin dalam Vacca, 2015). Ketiga tahapan itu adalah aktivitas prabaca, aktivitas membaca, dan aktivitas pascabaca.

Aktivitas Prabaca

Guru harus mampu mengarahkan peserta didik pada topik pembelajaran yang akan dipelajari peserta didik. Terkait asumsi dasar ini, aktivitas prabaca adalah kegiatan pengajaran yang dilaksanakan sebelum peserta didik melakukan kegiatan membaca.

Beberapa aktivitas prabaca yang dapat dilakukan guru sebagai berikut:

  1. Memilih atau menciptakan lingkungan yang kondusif untuk membaca
  2. Memilih teks yang dibutuhkan yang sesuai dengan tujuan pembelajaran
  3. Menyusun pertanyaan pemandu yang terkait dengan teks
  4. Membangkitkan pengetahuan awal yang berhubungan dengan topik teks
  5. Mengarahkan peserta didik untuk membuat pertanyaan dan prediksi baik yang berkenaan dengan topik ataupun topik secara umum.

Aktivitas Membaca

Setelah aktivitas prabaca, dilanjutkan dengan kegiatan inti yaitu membaca. Dalam pandangan pendekatan respons pembaca, aktivitas membaca yang dilakukan berfokus pada upaya mendapatkan pemahaman secara literal, inferensial, maupun kritis. Hal ini juga dikorelasikan dengan 3 strategi pembelajaran yaitu: memorisation strategies, elaboration strategies dan control strategies. Oleh karena ragam aktivitas membaca lebih banyak berkaitan dengan upaya menganalisis, membandingkan, dan mengkritik teks.

Beberapa kegiatan yang bisa dilakukan guru dalam aktivitas membaca ini sebagai berikut:

  1. Memfasilitasi peserta didik untuk membaca, menganalisis, dan mengutip teks untuk tujuan tertentu, sambil membangun pemahaman dalam membaca.
  2. Mendorong peserta didik untuk menghubungkan skematanya (baik berupa pengalaman, pengetahuan, sikap, maupun keterampilan yang telah dimiliki sebelumnya), teks lain yang pernah dibaca, serta konteks kehidupan dengan teks yang sedang dibaca.
  3. Memfasilitasi peserta didik untuk menjawab pertanyaan yang dibuat (menguji prediksi) dan/atau melakukan kegiatan lain yang relevan dengan tujuan pembelajaran.
  4. Mendorong terciptanya percakapan dan pengalaman yang kaya dan terikat teks untuk mendukung tercapainya tujuan pembelajaran.
  5. Mendorong peserta didik untuk mengkomunikasikan dengan peserta didik lain terkait hasil kajian dan respons yang dibuatnya.
  6. Memfasilitasi peserta didik untuk menganalisis tujuan penulisan teks, mengevaluasi argumen dan bukti-bukti yang dibuat penulis, serta menemukan makna mendalam dari sebuah teks. proses ini bisa dilakukan melalui kerja kooperatif ataupun kolaboratif.

Aktivitas Pascabaca

Aktivitas pascabaca merupakan tahapan pembelajaran literasi yang menguji sekaligus memantapkan kemampuan berpikir kritis. Pada dasarnya tahap ini adalah tahapan yang dilakukan untuk merespons, mengeksplorasi, merefleksi, dan mengevaluasi teks yang telah dibaca. Beberapa kegiatan yang dapat dikembangkan dalam tahap pascabaca antara lain:

  1. Merespon teks menjadi sebuah proyek atau produk lain yang menggambarkan kemampuannya menemukan intisari informasi.
  2. Menganalisis opini dan fakta yang terkandung dalam teks.
  3. Mengevaluasi teks berdasarkan pengetahuan awal  atau informasi dari berbagai sumber lain.
  4. Mengembangkan dan mendukung intisari yang dibuatnya dengan bukti-bukti yang terdapat dalam teks.
  5. Peserta didik juga bisa membuat informasi baru yang berhubungan dengan informasi yang terkandung dalam teks, berdasarkan hasil pemahaman baru yang diperolehnya.
  6. Menilai kebaruan informasi teks (up to date) yang telah dibaca dan objektivitas informasi dalam teks yang dibaca (tidak bias, bukan hoak).

Bagaimanakah strategi untuk memahami suatu bacaan? Ada 5 strategi , yaitu ( Stephanie Harvey dan Anne Goudvis (2000):



  1. Membuat Hubungan; yaitu “membuat jembatan” antara pengetahuan baru dengan yang telah diketahui. Ada tiga bentuk membuat hubungan dengan teks yang dapat dibangun, yaitu antara teks dengan diri, teks dengan teks dan teks dengan dunia.
  2. Mengajukan Pertanyaan; yaitu mengajukan pertanyaan sebelum, selama, dan setelah membaca untuk membentuk pengertian, meningkatkan pemahaman, menjelaskan kebingungan, memecahkan masalah, mendapatkan sekumpulan informasi, informasi baru, maupun informasi khusus, hingga mendorong usaha-usaha penelitian. 
  3. Membuat Visualisasi; yaitu berhenti sejenak untuk memikirkan dan memvisualisasikan isi teks yang dibaca untuk membantu menciptakan citra secara mental dari bentuk kata-kata, memperkuat hubungan antara pembaca dengan teks, menempatkan pembaca di posisi dalam teks, serta meningkatkan antusiasme untuk membaca.
  4. Mencari yang Tersirat (Inferensi); yaitu Pemikiran berdasarkan inferensi terjadi ketika petunjuk-petunjuk dalam teks digabungkan dengan pengetahuan pembaca dan pertanyaan-pertanyaan yang mengarah pada sebuah kesimpulan mengenai sebuah tema atau gagasan yang tersirat dalam teks.
  5. Menentukan Hal yang Penting; yaitu menentukan gagasan pokok dalam suatu teks yang otentik dari sebuah karya fiksi (sastra) maupun non fiksi (naskah ilmiah, sejarah, biografi, editorial surat kabar, hingga buku perdagangan), untuk meringkas serta menarik kesimpulan dari berbagai bacaan tersebut, mempelajari informasi baru dan membangun pengetahuan latar, membedakan antara tema, pendapat dan sudut pandang, serta menentukan maksud atau pesan penulis teks (memberikan informasi, membujuk, atau menghibur).