Warisan terbesar Guru adalah Buku, Fiksi, Non Fiksi, Atau satu huruf Alif sekalipun! Agar mengundang banyak tanya bagi anak-didik kita? Maka, Menulislah seperti orang jatuh cinta (Kata Kang Mashuri, Penyair Muda Jawa Timur an) Tanpa Cinta dengan profesi kita. Kita memang tak membuahkan apa-apa. Hanya getah dan busa tak bermakna Yang kita wariskan. Dan, itu racun bagi anak didik kita! Mengapa kita tak meracik anti virus (Buku) yang menyehatkan Dan membahagiakan anak-didik kita?
Sabtu, 15 Januari 2022
Lampiran PTK, Apa saja?
Selasa, 11 Januari 2022
Hakekat pendidikan, Apa?
Senin, 10 Januari 2022
Resume, salah satu bentuk tugas siswa?
Membuat resume atas topik bahasan yang akan dibahas, untuk apa? Tentunya, tugas siswa ini akan menguatkan minat baca dan pemahaman siswa.
Namun, jenis tugas siswa ini seyogyanya dilakukan siswa di rumah. Selanjutnya, ditindaklanjuti melalui presentasi di kelas secara individual, kelompok, maupun ke arah diskusi kelas.
Di sinilah pentingnya tanya jawab guru dan siswa, juga siswa dengan siswa melalui interaksi secara langsung dan intensif sehingga terjadi proses diskusi atas topik bahasan yang diajarkan guru.
Resume atas tiap unit pelajaran ini pun sesungguhnya menjadi bahan yang menarik untuk menyusun Diktat pelajaran, Modul, maupun Buku Teks sebagai referensi penunjang bagi guru dalam pembelajaran.
Why not?
Allahu A'lam
Lembar Tugas Siswa, Bagaimana?
Sistematika lembar tugas siswa, minimal ada tiga bagian :
1. Kop Sekolah
2. Identitas (Mapel, Kelas, KD, Unit)
3. Soal
Dalam hal ini, konten dan jenis soal, seyogyanya variatif, termasuk dari sisi tingkat kesulitannya. Dengan demikian, tampilan soal menjadi menarik.
Kumpulan lembar tugas siswa, bisa menjadi embrio Bank Soal. Ini menjadi referensi penting untuk penyusunan Diktat Pelajaran, Modul, bahkan Buku Pelajaran.
Oleh karena itu, dokumen lembar tugas siswa seyogyanya terkumpul di map khusus di tiap unit-nya. Kelak, secara sederhana sekalipun, guru minimal bisa menerbitkan Buku "Bank Soal beserta penyelesaiannya"
Selasa, 04 Januari 2022
Langkah-Langkah berbagi RPP baru di Portal Guru Berbagi, Bagaimana?
Berikut adalah langkah-langkah untuk membagikan RPP baru yang kita buat (https://bantuan.simpkb.id/books/panduan-untuk-guru-dan-relawan-guru-berbagi/ch02/2-2-berbagi-rpp-baru.html) :
Akses laman portal Guru Berbagi di https://guruberbagi.kemdikbud.go.id/ dan Pilih / klik tombol Masuk untuk masuk ke SIM Guru Berbagi

Masukkan surel dan kata sandi Anda lalu klik tombol MASUK

Catatan : Jika Anda telah memiliki akun SIMPKB maka Anda dapat menggunakan akun Anda tersebut untuk masuk ke layanan program Guru Berbagi. Akun SIMPKB berupa No.UKG@guruku.id. Contoh : 8000014xxx@guruku.id
Setelah berhasil masuk ke dalam SIM, silakan klik pada menu RPP Saya

Kemudian, inputkan nomor seluler Anda terlebih dahulu dengan klik tombol TAMBAHKAN NOMOR SELULER. Hal ini penting karena sifatnya bisa saja untuk keperluan penyebaran informasi terkait ke nomor ponsel Anda

Selanjutnya kembali ke menu RPP Saya dan klik tombol “+ TAMBAH RPP” yang berwarna kuning pada pojok kanan atas

Silakan Anda baca terlebih dahulu untuk informasi ketentuan dalam mengunggah konten RPP dan jika sudah klik pada kotak pernyataan serta klik tombol SAYA PAHAM DAN SETUJU

Klik ikon kamera untuk mengunggah gambar/ilustrasi terkait RPP yang Anda buat

Pilih gambar/ilustrasi yang ingin Anda gunakan (ukuran maksimum 1 MB)

Sesuaikan ukuran gambar/ilustrasi dan klik Simpan

Selanjutnya gulir ke bagian bawah dan klik pada kolom Judul RPP (maksimal 50 karakter) dan masukan judul RPP serta pilih jenis RPP yang Anda buat

Klik pada kolom deskripsi dan mulailah menuliskan deskripsi tentang RPP Anda dengan ketentuan antara 200 sampai 500 karakter

Klik dan pilih jenjang, tingkat/kelas, dan mata pelajaran sesuai RPP Anda

Gulir kembali ke bawah kemudian masukan tag dan klik lampirkan berkas untuk melampirkan RPP Anda

Pilih berkas dari penyimpanan lokal Anda untuk diunggah (maksimal 10 MB)

Terakhir silakan klik tombol simpan

RPP baru telah berhasil dibuat dan muncul pada daftar RPP dengan status Terbit

Jumat, 31 Desember 2021
Berbagi RPP Di Portal Guru Berbagi, Bagaimana?
Berbagi
RPP Di Portal Guru Berbagi, Bagaimana?
(https://gurubelajardanberbagi.kemdikbud.go.id/)
Format dan isi
Rencana Pembelajaran
1. Moda pembelajaran dalam RPP bisa
menggunakan pembelajaran daring, luring, atau kombinasi.
2. Guru-guru diberikan kebebasan untuk
menentukan format rencana pembelajaran.
3. Hal-hal yang perlu disertakan dalam file
yang akan diunggah:
o Kompetensi Inti
o Kompetensi Dasar
o Tujuan Pembelajaran
o Indikator Hasil Pembelajaran
o Materi Pembelajaran
o Metode/Strategi /Aktifitas pembelajaran
o Penilaian
4. Disarankan ada aktifitas yang
kontekstual dengan kondisi rumah, sekolah, dan lingkungan sekitar.
5. Disarankan ada 1-3 asesmen formatif
selama proses pembelajaran.
6. Proses komunikasi dua arah.
7. Mencantumkan asal sumber belajar.
8. RPP tidak ada proses kurasi
9. Pengguna mengakses laman ayoguruberbagi.kemdikbud.go.id
10.
Pada pojok kanan
atas laman, klik Masuk
11.
Pengguna masuk
menggunakan akun Ayo Guru Berbagi yang telah teraktivasi
12.
Pada beranda
halaman, klik Kelola RPP atau RPP Saya
13.
Klik Tambah RPP untuk mulai berbagi RPP
14.
Pengguna telah
masuk ke ruang RPP, klik untuk mengunggah Gambar/Ilustrasi
15.
Pengguna mengisi
Judul, Jenis, dan Deskripsi RPP
16.
Pengguna memilih
Jenjang, Tingkat/Kelas, dan Mata Pelajaran yang relevan
17.
Pengguna
memilih/menambah Tag/Kata Kunci RPP
18.
Pengguna
mengunggah dokumen RPP pada Lampiran Berkas (PDF)
19.
Pengguna
mencentang pernyataan pada laman
20.
Klik SIMPAN untuk menyelesaikan
berbagi RPP
21.
File dibuat
dalam bentuk PDF.
22.
Nama file
Rencana Pembelajaran_judul_kelas.
23.
Ukuran file
maksimal 2MB.
24.
Hal-hal yang
perlu disertakan dalam file yang akan diunggah:
o Nama pembuat Rencana Pembelajaran.
o Nama Sekolah/Instansi pembuat Rencana
Pembelajaran.
o Surel pembuat Rencana Pembelajaran.
o Rencana Pembelajaran untuk jenjang apa
dan kelas berapa.
o Topik/Tema Pembelajaran.
Kamis, 18 November 2021
Strategi Membaca
Tujuan utama pembelajaran literasi membaca adalah agar peserta didik mampu memperoleh pemahaman yang mendalam dari informasi yang didapatkan. Pembelajaran literasi membaca ditekankan pada aktivitas peserta didik, agar peserta didik mampu:
- Menganalisis isi teks baik secara eksplisit maupun implisit
- Menggambarkan inferensi analitis atas teks
- Mengkritisi teks melalui penggunaan logika berpikir yang benar, serta ditunjang oleh fakta-fakta yang lengkap baik dari dalam teks maupun luar teks.
- Memproduksi secara kreatif pemahamannya melalui berbagai media representasional yang bersifat multimoda, multi genre, multimedia, dan multibudaya
Untuk mencapai tujuan pembelajaran literasi membaca, proses pembelajaran setidaknya harus melewati tiga tahapan kegiatan (Abidin dalam Vacca, 2015). Ketiga tahapan itu adalah aktivitas prabaca, aktivitas membaca, dan aktivitas pascabaca.
Aktivitas Prabaca
Guru harus mampu mengarahkan peserta didik pada topik pembelajaran yang akan dipelajari peserta didik. Terkait asumsi dasar ini, aktivitas prabaca adalah kegiatan pengajaran yang dilaksanakan sebelum peserta didik melakukan kegiatan membaca.
Beberapa aktivitas prabaca yang dapat dilakukan guru sebagai berikut:
- Memilih atau menciptakan lingkungan yang kondusif untuk membaca
- Memilih teks yang dibutuhkan yang sesuai dengan tujuan pembelajaran
- Menyusun pertanyaan pemandu yang terkait dengan teks
- Membangkitkan pengetahuan awal yang berhubungan dengan topik teks
- Mengarahkan peserta didik untuk membuat pertanyaan dan prediksi baik yang berkenaan dengan topik ataupun topik secara umum.
Aktivitas Membaca
Setelah aktivitas prabaca, dilanjutkan dengan kegiatan inti yaitu membaca. Dalam pandangan pendekatan respons pembaca, aktivitas membaca yang dilakukan berfokus pada upaya mendapatkan pemahaman secara literal, inferensial, maupun kritis. Hal ini juga dikorelasikan dengan 3 strategi pembelajaran yaitu: memorisation strategies, elaboration strategies dan control strategies. Oleh karena ragam aktivitas membaca lebih banyak berkaitan dengan upaya menganalisis, membandingkan, dan mengkritik teks.
Beberapa kegiatan yang bisa dilakukan guru dalam aktivitas membaca ini sebagai berikut:
- Memfasilitasi peserta didik untuk membaca, menganalisis, dan mengutip teks untuk tujuan tertentu, sambil membangun pemahaman dalam membaca.
- Mendorong peserta didik untuk menghubungkan skematanya (baik berupa pengalaman, pengetahuan, sikap, maupun keterampilan yang telah dimiliki sebelumnya), teks lain yang pernah dibaca, serta konteks kehidupan dengan teks yang sedang dibaca.
- Memfasilitasi peserta didik untuk menjawab pertanyaan yang dibuat (menguji prediksi) dan/atau melakukan kegiatan lain yang relevan dengan tujuan pembelajaran.
- Mendorong terciptanya percakapan dan pengalaman yang kaya dan terikat teks untuk mendukung tercapainya tujuan pembelajaran.
- Mendorong peserta didik untuk mengkomunikasikan dengan peserta didik lain terkait hasil kajian dan respons yang dibuatnya.
- Memfasilitasi peserta didik untuk menganalisis tujuan penulisan teks, mengevaluasi argumen dan bukti-bukti yang dibuat penulis, serta menemukan makna mendalam dari sebuah teks. proses ini bisa dilakukan melalui kerja kooperatif ataupun kolaboratif.
Aktivitas Pascabaca
Aktivitas pascabaca merupakan tahapan pembelajaran literasi yang menguji sekaligus memantapkan kemampuan berpikir kritis. Pada dasarnya tahap ini adalah tahapan yang dilakukan untuk merespons, mengeksplorasi, merefleksi, dan mengevaluasi teks yang telah dibaca. Beberapa kegiatan yang dapat dikembangkan dalam tahap pascabaca antara lain:
- Merespon teks menjadi sebuah proyek atau produk lain yang menggambarkan kemampuannya menemukan intisari informasi.
- Menganalisis opini dan fakta yang terkandung dalam teks.
- Mengevaluasi teks berdasarkan pengetahuan awal atau informasi dari berbagai sumber lain.
- Mengembangkan dan mendukung intisari yang dibuatnya dengan bukti-bukti yang terdapat dalam teks.
- Peserta didik juga bisa membuat informasi baru yang berhubungan dengan informasi yang terkandung dalam teks, berdasarkan hasil pemahaman baru yang diperolehnya.
- Menilai kebaruan informasi teks (up to date) yang telah dibaca dan objektivitas informasi dalam teks yang dibaca (tidak bias, bukan hoak).
Bagaimanakah strategi untuk memahami suatu bacaan? Ada 5 strategi , yaitu ( Stephanie Harvey dan Anne Goudvis (2000):
- Membuat Hubungan; yaitu “membuat jembatan” antara pengetahuan baru dengan yang telah diketahui. Ada tiga bentuk membuat hubungan dengan teks yang dapat dibangun, yaitu antara teks dengan diri, teks dengan teks dan teks dengan dunia.
- Mengajukan Pertanyaan; yaitu mengajukan pertanyaan sebelum, selama, dan setelah membaca untuk membentuk pengertian, meningkatkan pemahaman, menjelaskan kebingungan, memecahkan masalah, mendapatkan sekumpulan informasi, informasi baru, maupun informasi khusus, hingga mendorong usaha-usaha penelitian.
- Membuat Visualisasi; yaitu berhenti sejenak untuk memikirkan dan memvisualisasikan isi teks yang dibaca untuk membantu menciptakan citra secara mental dari bentuk kata-kata, memperkuat hubungan antara pembaca dengan teks, menempatkan pembaca di posisi dalam teks, serta meningkatkan antusiasme untuk membaca.
- Mencari yang Tersirat (Inferensi); yaitu Pemikiran berdasarkan inferensi terjadi ketika petunjuk-petunjuk dalam teks digabungkan dengan pengetahuan pembaca dan pertanyaan-pertanyaan yang mengarah pada sebuah kesimpulan mengenai sebuah tema atau gagasan yang tersirat dalam teks.
- Menentukan Hal yang Penting; yaitu menentukan gagasan pokok dalam suatu teks yang otentik dari sebuah karya fiksi (sastra) maupun non fiksi (naskah ilmiah, sejarah, biografi, editorial surat kabar, hingga buku perdagangan), untuk meringkas serta menarik kesimpulan dari berbagai bacaan tersebut, mempelajari informasi baru dan membangun pengetahuan latar, membedakan antara tema, pendapat dan sudut pandang, serta menentukan maksud atau pesan penulis teks (memberikan informasi, membujuk, atau menghibur).
